NEWS

Banjir Parah Landa Kota Mataram, Ribuan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi

Keterangan poto : kondisi banjir di salah satu titik kota Mataram, Undikma. (sumber. istimewa)

Mataram. Radio Arki – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Mataram pada Minggu (6/7) menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan ekstrem mencapai 4,2 miliar liter dalam waktu kurang dari enam jam, menjadikannya salah satu peristiwa hidrometeorologis paling signifikan dalam lima tahun terakhir.

Keterangan : kondisi salah satu pengunsian di Mataram.(sumber. istimewa)

Akibatnya, banjir merendam permukiman warga di beberapa kecamatan, seperti Cakranegara, Sandubaya, dan Sekarbela. Ketinggian air bervariasi antara 1 hingga 2,5 meter. Di wilayah Selagalas, tembok penahan Sungai Ancar dilaporkan jebol, menyebabkan air masuk dengan deras ke kawasan padat penduduk.

“Curah hujan sangat ekstrem dan hampir tidak tertampung oleh sistem drainase yang ada. Volume air mencapai miliaran liter, ini kejadian luar biasa,” ujar Kepala BMKG NTB, Fathul Qorib, dalam keterangannya di Mataram, Ahad (6/7) kemarin.

Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Sejumlah ruas jalan tak dapat dilalui, satu unit mobil dilaporkan hanyut, dan tembok fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Sandubaya roboh. Ratusan warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sebagian dibawa ke rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan akibat rendaman banjir.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohamad Iqbal, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir pada Minggu malam. Ia juga memutuskan meniadakan aktivitas bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Senin (7/7) untuk mendukung pemulihan lingkungan.

“Saya sudah instruksikan agar ASN diliburkan hari ini agar seluruh kekuatan warga fokus membantu membersihkan lingkungan dan membantu sesama,” tegas Gubernur Iqbal saat diwawancarai media di Kelurahan Selagalas.

Pemerintah Kota Mataram melalui Wali Kota Mohan Roliskana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

“Kami terus bergerak mengevakuasi warga, mendirikan dapur umum dan posko darurat. Saya minta warga tetap tenang, tapi waspada,” ungkap Mohan saat memantau lokasi genangan di Kecamatan Cakranegara.

BPBD Kota Mataram mencatat jumlah pengungsi masih terus bertambah. Beberapa titik pengungsian telah dibuka di aula kantor kelurahan dan masjid setempat. Dapur umum juga telah dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan logistik dasar warga terdampak. (Admin01. Radio arki)

Related posts

Pasar Tanamira Raih Nominasi Pasar Tersehat Se-NTB

ArkiFM Friendly Radio

Peduli Sesama, LAZDASI Sumbawa Barat Adakan Bukber dengan Anak Panti Asuhan

ArkiFM Friendly Radio

Dorong OPD Tertib Arsip, Dinas ARPUS KSB Siapkan Bimtek di 2022

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page