Keterangan poto : kepala DLH Sumbawa Barat, Akunurahmadin bersama perwakilan Amman melihat pengolahan sampah di SDN Bukit Damai (Sumber. Radio Arki)
Maluk. Radio Arki – Sekolah Dasar Negeri Bukit Damai, Kecamatan Maluk, tampil sebagai pelopor dalam pengelolaan sampah menjadi kompos di lingkungan sekolah. Program ini bukan hanya menjawab persoalan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa dalam memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Kepala SDN Bukit Damai, Mikail, S.Pd menuturkan bahwa, inisiatif tersebut muncul dari keprihatinan atas banyaknya sampah yang berserakan di sekitar sekolah, namun belum ada upaya pengolahan. Karena dengan pola konvesional yaitu membuang sampah belum dapat sepenuhnya menjadi solusi jangka panjang.
“Untuk itu, kami merasa perlu melakukan sesuatu. Awalnya, kami membuat tempat pengolahan sampah sederhana, hanya dengan memanfaatkan apa yang ada,” ungkapnya.
Langkah awal tersebut kemudian mendapat perhatian dan dukungan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), yang memberikan edukasi kepada pihak sekolah tentang pengelolaan sampah organik secara tepat. Pihak AMMAN, kata Mikail membantu pihaknya untuk memahami bagaimana mengolah sampah agar memiliki nilai ekonomi.

“Kami melihat peluang ini sebagai kesempatan untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bahan ajar yang konkret. Apalagi siswa sangat antusias belajar melalui praktik langsung seperti ini,” ungkapnya
Dalam pelaksanaan program itu, pihak sekolah juga menggandeng Komunitas Hijau Biru dan CV Komunitas Tamu Baru sebagai mitra pendamping. Dua komunitas ini memberikan bimbingan teknis tentang pengolahan sampah yang baik dan berkelanjutan. Dengan pendampingan dari komunitas ini, ia mengaku dapat lebih terarah dan profesional dalam mengelola sampah. Sehingga berharap pengolahan sampah ini menjadi contoh baik bagi sekolah lain dan siswa di lingkungan tempat tinggalnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin yang hadir dalam kesempatan itu turut memberikan apresiasi tinggi terhadap apa yang telah dilakukan oleh SDN Bukit Damai. Menurutnya, sekolah ini telah menunjukkan kolaborasi yang efektif antara dunia pendidikan, pihak swasta, dan komunitas.
“Apa yang dilakukan SDN Bukit Damai merupakan contoh nyata kolaborasi yang berhasil. Kami mendorong sekolah ini untuk mengikuti berbagai perlombaan berbasis lingkungan, seperti program Sekolah Adiwiyata, terutama dalam bidang pengelolaan sampah,” kata Aku Nur Rahmadin.
Ia pun juga menyampaikan penghargaan kepada AMMAN dan Komunitas yang telah memberikan kontribusi nyata dalam membentuk lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan edukatif. Program rumah kompos di SDN Bukit Damai, menurutnya menjadi bukti bahwa solusi lingkungan bisa dimulai dari ruang-ruang pendidikan, dan bahwa generasi muda bisa dilatih untuk menjadi agen perubahan melalui pengalaman langsung dan pembelajaran yang kontekstual. (admin01. Radio Arki)
