Sumbawa Barat. Radio Arki – Ancaman penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan setempat mencatat, sepanjang tahun 2024 terdapat 75 kasus positif, sementara data sementara Januari hingga Juni 2025 menunjukkan sudah ada 35 kasus baru.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Nur Atika, S.ST., M.M.Inov, menegaskan bahwa pencegahan penularan dan optimalisasi pengobatan menjadi dua fokus utama saat ini.
“Fokus kami adalah mencegah penyebaran dari kasus positif ke masyarakat luas. Penanganan juga kami pastikan berjalan maksimal. Obat-obatan sudah disediakan di seluruh puskesmas sebagai pelaksana pengobatan,” ujarnya, Kamis (7/8).
Dinas Kesehatan juga memperluas edukasi dan pemeriksaan lapangan di titik-titik rawan seperti tempat hiburan malam, rumah kos, komunitas LGBT, hingga lembaga pemasyarakatan. Kegiatan tersebut juga menyasar kalangan remaja dan pelajar melalui program UKS di sekolah.
“Remaja menjadi kelompok paling rentan. Karena itu kami perintahkan seluruh puskesmas untuk aktif menyosialisasikan pola hidup sehat, edukasi seksualitas, serta pencegahan penyakit menular,” tambahnya.
Langkah pencegahan tidak dilakukan sendirian. Dinkes menggandeng Polres, BNN, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai komunitas untuk memperluas pengawasan dan penyuluhan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan hubungan seks bebas dan berani melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala atau merasa terpapar. Dinas Kesehatan memastikan kerahasiaan identitas pasien terjamin, serta seluruh layanan bersifat gratis.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menghadang laju peningkatan kasus HIV/AIDS dan menciptakan masyarakat yang lebih sadar, peduli, dan terlindungi dari ancaman penyakit menular tersebut. (Yd. Radio Arki)
