Sumbawa Barat. Radio Arki – Sejumlah organisasi kepemudaan dan komunitas di Kabupaten Sumbawa Barat menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Bukit Sahabat Bumi, Desa Banjar, Kecamatan Taliwang, Minggu (17/5/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka bagi para pemuda untuk membahas berbagai persoalan sosial, lingkungan, hingga isu masyarakat adat yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.
Nobar tersebut dihadiri berbagai elemen pemuda, komunitas literasi, serta pegiat sosial di wilayah Sumbawa Barat. Sejumlah organisasi yang terlibat di antaranya HIPMASBAR (Himpunan Mahasiswa Sumbawa Barat), Sahabat Bumi, Komunitas Literasi Anok Bongan, Sengo Guntur, Ballona Festari, Pustaka Bacaya, serta sejumlah lembaga dan komunitas sosial lainnya.
Sejak awal kegiatan dirancang, panitia menegaskan bahwa pemutaran film dilakukan sebagai bagian dari ruang belajar bersama bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Film dokumenter Pesta Babi dipilih, karena dinilai memuat berbagai realitas sosial dan kemanusiaan yang dapat menjadi bahan refleksi serta diskusi publik.
Bagi para peserta yang hadir, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga wadah memperluas sudut pandang terhadap kondisi sosial masyarakat di Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Usai pemutaran film, panitia melanjutkan kegiatan dengan sesi diskusi terbuka. Para peserta menyampaikan pandangan serta tanggapan terkait isi film, mulai dari isu lingkungan, hak-hak masyarakat adat, hingga persoalan sosial yang berkembang di sejumlah daerah.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif yang muncul dari peserta nobar. Sejumlah peserta menilai ruang-ruang dialog semacam itu penting untuk memperkuat budaya literasi dan pemikiran kritis di kalangan pemuda.
Namun dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut sempat diwarnai perbedaan pandangan.
Sejumlah organisasi masyarakat mendatangi lokasi kegiatan dan menyampaikan keberatan terhadap pemutaran film dokumenter tersebut.
Pihak yang menyampaikan keberatan menilai film Pesta Babi belum melalui proses sensor resmi dan dikhawatirkan dapat memunculkan polemik di tengah masyarakat.
Meski demikian, situasi di lokasi tetap berlangsung kondusif dan tidak berkembang menjadi gesekan terbuka.
Panitia dan peserta tetap melanjutkan kegiatan hingga selesai dengan suasana tertib dan terkendali.
Tokoh Sahabat Bumi, Musmulyadi Yowry, mengatakan kegiatan nobar dan diskusi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang edukasi yang terbuka dan damai bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan ruang belajar bersama. Kami ingin menghadirkan tempat diskusi yang damai dan terbuka bagi pemuda untuk melihat berbagai persoalan sosial dan lingkungan,” ujar Musmulyadi.
Ia menilai keterlibatan berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan dalam kegiatan itu menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda di Sumbawa Barat terhadap ruang-ruang literasi dan diskusi publik.
Menurutnya, kegiatan semacam itu penting untuk terus dirawat agar budaya dialog, solidaritas sosial, serta keberanian berpikir kritis di kalangan pemuda dapat tumbuh secara sehat.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai wadah memperkuat budaya diskusi dan mempertemukan berbagai gagasan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Kabupaten Sumbawa Barat. (Admin02/hrs.RadioArki)
