Sumbawa Barat. Radio arki — Siapa bilang budidaya udang harus di tepi laut? Di Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, sekelompok pemuda membuktikan bahwa dengan semangat, inovasi, dan gotong royong, mereka mampu membudidayakan udang vaname di kolam terpal dengan sistem bioflok, bahkan hanya di pekarangan rumah.
Langkah berani ini menuai apresiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Kepala Dinas Perikanan, Noto Karyoto, menyebut inisiatif tersebut sebagai terobosan luar biasa yang layak menjadi program unggulan daerah, terutama di masa transisi pasca tambang. Praktek ini sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemandirian bisa melahirkan solusi konkret.
“Awalnya kami sempat ragu. Tapi setelah melihat langsung proses dan hasilnya, saya yakin ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain. Ini inovasi luar biasa,” ujar Noto saat menghadiri penebaran perdana benur udang vaname, Senin (30/6) di Desa Tambak Sari.
“Kami akan usulkan program ini sebagai unggulan desa di bidang perikana,”imbuhnya

Kelompok pemuda ini membangun 10 unit kolam terpal berdiameter 5 meter secara swadaya, mengandalkan dana pribadi anggota kelompok yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Konstruksi kolam yang kokoh dan sistem bioflok yang ramah lingkungan menjadi bukti keseriusan mereka.
Kepala Desa Tambak Sari, Suhardi, juga menyampaikan dukungan terhadap kreatifitas pembmerdayaan yang diinisiasi pemuda setempat. Ia menyebut para pemuda desanya telah menunjukkan potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja mandiri dan menghadirkan nilai ekonomi baru.
“Saya sangat bangga. Mereka tidak hanya punya visi, tapi juga aksi. Ini belum tentu bisa dilakukan oleh desa lain,” ujar Suhardi.
Sementara itu, Fauzan, selaku Kepala Teknis Kelompok Budidaya, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari potensi lokal yakni sumur-sumur berair payau yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.
“Air payau dari Sumur Sabel kami manfaatkan untuk budidaya udang dengan sistem bioflok. Ini lebih ramah lingkungan dan bisa diterapkan di mana saja,” jelas Fauzan.
Ia berharap, budidaya ini bisa dikembangkan lebih luas dan menjadi inspirasi bagi warga lain di Desa Tambak Sari maupun Sumbawa Barat secara umum. “Kami siap berbagi ilmu kepada siapa saja yang ingin belajar,” pungkasnya. (Admin01. Radio Arki)
