ARTIKELNEWS

Dari Lahan Sempit, ‘Keban MarasPD’ Buktikan Bertani Ramah Lingkungan Itu Mungkin

Pagi itu, embun masih membasahi dedaunan. Matahari baru muncul dari balik perbukitan Moyo Hulu, menyinari pekarangan rumah berukuran tak lebih dari beberapa meter persegi dengan Cahaya khasnya. Di sudut pekarangan itulah, barisan polibag hitam berisi tanah subur tersusun rapi, masing-masing menampung bibit sayuran yang sedang tumbuh. Aroma tanah basah dan daun segar bercampur menjadi satu, menyambut siapa saja yang datang.

Di sinilah Keban MarasPD bernaung, sebuah usaha pembibitan sayuran organik yang lahir dari kesadaran sederhana, menjaga bumi dengan cara yang nyata. Fitrah Dany, sang penggagas, memulai semuanya dengan keyakinan bahwa lahan sempit bukan alasan untuk berhenti menanam.

“Kami ingin menanam bukan hanya sayuran, tetapi juga kesadaran. Bahwa bertani ramah lingkungan itu mungkin dan menguntungkan dalam jangka panjang, meskipun di lahan sempit,” ujarnya sambil menatap deretan bibit yang ia rawat setiap hari.

Keterangan poto : Fitrah Dany, penggagas keban marasPD

Bibit yang diproduksi Keban MarasPD beragam, terong mol, cabai, tomat, sawi, selada, seledri, dan banyak lagi. Semua tumbuh tanpa sentuhan pestisida atau pupuk kimia sintetis. Bagi Dany, organik bukan sekadar label, tapi filosofi hidup, jadi meracuni tanah, sama saja dengan meracuni masa depan.

Pendekatan ini membuat Keban MarasPD menjadi bagian dari tren global investasi hijau—konsep ekonomi yang tidak hanya mencari keuntungan, tapi juga melestarikan lingkungan. Meski lahir di dusun kecil di Sumbawa, kiprah Keban MarasPD mulai menarik perhatian petani lokal, komunitas urban farming, hingga pelaku UMKM yang mencari bibit sehat dan tahan penyakit. Harga yang terjangkau dan kualitas yang terjaga menjadi nilai tambah tersendiri.

Namun, Dany tak berhenti di urusan jual-beli bibit. Ia aktif membuka pintu edukasi. Petani yang datang tak hanya pulang membawa bibit, tapi juga pulang dengan ilmu—mulai dari teknik pengomposan sederhana, pengendalian hama alami, hingga cara merawat tanaman di lahan terbatas. Ia juga bermimpi membangun kemitraan dengan sekolah, koperasi, dan LSM, agar gerakan pertanian ramah lingkungan bisa meluas.

“Ini bukan sekadar bisnis, tapi gerakan,” kata Dany mantap.

“Kami ingin pertanian tidak hanya jadi sumber penghasilan, tapi juga bagian dari solusi lingkungan.” imbuhnya

Di tengah dunia yang serba cepat dan instan, Keban MarasPD memilih jalan yang sabar. Menyemai benih, menunggu tumbuh, merawat dengan tangan sendiri. Dari sini, lahir bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, dari segenggam tanah di pekarangan rumah, dari keberanian untuk mencoba cara berbeda, dan dari keyakinan bahwa bumi ini layak diwariskan dalam keadaan terbaik kepada generasi berikutnya.

Dari lahan sempit itu, harapan tumbuh. Dan di setiap bibit yang disemai, terselip doa agar kesadaran hijau ikut berakar di hati siapa pun yang menanamnya. (admin01. Radio arki)

Related posts

Hari Bhakti PU, DPUPR KSB Gelar Berbagai Kegiatan

ArkiFM Friendly Radio

MRC Group Beraksi! Atasi Genangan Air Demi Keselamatan Pengguna Jalan

ArkiFM Friendly Radio

Mi6 : Parpol vs Independen akan Bertarung dalam Pilkada 2020

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page