NEWS

Direktur RSUD Asy-Syifa’: Waspadai Calo dalam Program KSB Maju Kesehatan

Sumbawa Barat. Radio Arki — Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap ulah oknum atau calo yang mengaku bisa mempercepat proses pencairan biaya pendamping pasien dalam program KSB Maju Kesehatan.

Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., MM.Inov., menegaskan bahwa proses pencairan bantuan tersebut tidak memerlukan perantara siapa pun, karena mekanisme resmi yang diterapkan pemerintah sudah cepat, transparan, dan mudah diakses langsung oleh masyarakat.

“Ada oknum yang menjanjikan pencairan KSB Maju Kesehatan lebih cepat, padahal prosesnya tidak lama. Saya pernah ditelepon seseorang yang menanyakan hal ini, dan saya jelaskan langsung bahwa selama dokumen lengkap, dana bisa cair saat itu juga tanpa berbelit-belit,” tegas Andy, belum lama ini.

Andy mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak mana pun yang menjanjikan kemudahan atau percepatan pencairan dengan imbalan tertentu. Ia menegaskan, semua layanan dalam program KSB Maju Kesehatan bersifat gratis dan dapat diakses melalui jalur resmi yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Sejak diluncurkan pada April 2025, program KSB Maju Kesehatan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tercatat sebanyak 495 warga Kabupaten Sumbawa Barat telah menerima bantuan biaya pendamping pasien, terutama bagi mereka yang harus menjalani rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

Foto: Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., MM.Inov.

“Sejak program ini dilaunching bulan April lalu hingga sekarang, sudah ada 495 orang yang menerima bantuan biaya pendamping pasien. Ini menunjukkan program ini benar-benar membantu masyarakat,” jelas Andy.

Lebih lanjut, Andy juga meluruskan kesalahpahaman yang masih sering terjadi di tengah masyarakat terkait perbedaan antara program KSB Maju Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, BPJS menanggung biaya pengobatan pasien mulai dari pemeriksaan hingga tindakan medis, sedangkan KSB Maju Kesehatan difokuskan pada biaya pendamping pasien, pemulangan jenazah dan TRC yang selama ini sering menjadi beban tambahan bagi keluarga pasien.

“Kalau BPJS itu menanggung pengobatan pasien dari awal hingga selesai perawatan. Sementara KSB Maju Kesehatan salah satunya fokus pada pendamping pasien, seperti biaya hidup selama mendampingi anggota keluarga yang dirujuk,” terang Andy.

Program ini juga memiliki keunggulan tersendiri karena mampu mengcover biaya ambulans untuk kasus-kasus yang tidak dijamin oleh BPJS maupun asuransi lainnya.

“Yang istimewa dari KSB Maju Kesehatan adalah ketika ada kasus seperti kecelakaan akibat pengaruh alkohol misalnya, program ini tetap bisa memberikan bantuan ambulans,” tambahnya.

RSUD Asy-Syifa’ bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami prosedur resmi pengajuan bantuan biaya pendamping pasien. Proses pengajuan dinilai cepat dan tidak membutuhkan biaya tambahan apa pun.

“Kami terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tahu prosedur yang benar. Program ini dibuat untuk memudahkan, bukan untuk dipersulit atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” tutup Andy. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Sengketa Lahan GOR Magaparang, Malikurrahman, SH : Inkrah, Tak Ada Yang Boleh Mengklaim!

ArkiFM Friendly Radio

Sumbawa Dapat Jatah 700 Ton Beras, Bupati Jarot Warning Soal Kecurangan

ArkiFM Friendly Radio

Sidak, Masih Banyak Ditemukan Aparatur Tidak Hadir

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page