Sumbawa. Radio arki- Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi meluncurkan Program Bantuan Beras Tahun 2025 pada Jumat (18/7) di Kantor Bupati Sumbawa. Program ini menyasar 36.251 penerima bantuan pangan (PBP) di seluruh wilayah kabupaten, dengan total alokasi beras mencapai 700an ton.
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarifuddin Jarot, M.P., yang hadir bersama jajaran Forkopimda, Sekda, kepala OPD, camat, serta para kepala kelurahan.
Dalam pidatonya, Bupati Jarot menekankan pentingnya transparansi dan integritas dalam penyaluran bantuan. Ia menyatakan bahwa data penerima bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial, sehingga harus tepat sasaran dan bebas dari manipulasi.

“Bantuan ini bukan alat politik. Jika ada penerima yang tidak layak, maka harus digantikan oleh yang benar-benar berhak, bukan karena kepentingan,” tegasnya untuk mewanti-wanti adanya praktek kecurangan.
Bupati juga meminta seluruh pihak, mulai dari aparat TNI-Polri hingga perangkat desa, bekerja sama dalam pengawasan distribusi agar proses berjalan lancar, merata, dan sesuai kualitas. Mengingat Distribusi ini menjangkau seluruh desa di Kabupaten Sumbawa. Semua pihak harus memastikan kualitas beras terjaga dan masyarakat menerima haknya tanpa hambatan.
Bupati Jarot juga mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur dan menjaga partisipasi aktif dalam pembangunan, karena dengan hal demikian percepatan pembangunan akan dapat terjaga dan kabupaten Sumbawa akan dapat menjadi kabupaten terbaik dan maju.
Di sisi lain, Pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, menyebut total beras yang disalurkan mencapai 725.020 kg untuk alokasi bulan Juni dan Juli. Ia memastikan kualitas dan kuantitas beras telah diperiksa dan sesuai standar.
“Dinas Pangan sudah melakukan pemeriksaan ketat. Masyarakat akan menerima beras yang layak, baik dari sisi mutu maupun jumlah,” demikian Zuhri. (Yd. Radio arki)
