Sumbawa. Radio Arki — Kabupaten Sumbawa kembali menjadi tuan rumah event kelas dunia, Sail Indonesia, yang akan digelar pada bulan September 2025 mendatang di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano. Pemerintah Kabupaten Sumbawa memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan potensi pariwisata sekaligus mendorong pembenahan infrastruktur di daerah.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan, S.P., M.M., menyebutkan bahwa Sail Indonesia terbukti menjadi strategi promosi yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan destinasi wisata Sumbawa ke dunia luar.
“Agenda Sail Indonesia merupakan langkah promosi pariwisata yang terbukti efektif. Wisata Sumbawa saat ini semakin dikenal, dan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat,” ujarnya.
Kabupaten Sumbawa memiliki berbagai destinasi wisata unggulan, seperti Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo dan wisata hiu paus di Teluk Saleh. Namun, pengembangan sektor pariwisata masih menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan akses dan infrastruktur pendukung.
“Pariwisata kita tidak kalah dengan Labuan Bajo, Pulau Lombok, bahkan Bali. Hanya saja, kondisi topografi wilayah membuat perjalanan antar destinasi membutuhkan waktu yang panjang. Untuk menjangkau dan menikmati seluruh destinasi wisata, dibutuhkan waktu minimal tiga hari empat malam. Kondisi ini yang menjadikan Sumbawa lebih cocok sebagai kawasan wisata minat khusus,” jelas Irfan.
Sebagai bagian dari pengembangan destinasi, Dispopar juga mulai merencanakan perbaikan fasilitas wisata, salah satunya Pantai Sliper yang terletak tidak jauh dari pusat kota Sumbawa Besar.
“Pantai Sliper telah masuk dalam tahapan perencanaan untuk perbaikan fasilitas. Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap karena ada kendala anggaran,” tambahnya.
Selain aspek fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Dispopar secara rutin memberikan pelatihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar mampu mengelola potensi wisata secara mandiri dan berkelanjutan.
Muhammad Irfan juga mengungkapkan sejumlah potensi destinasi lain yang belum banyak dieksplorasi, seperti Batu Bulan di Punik yang berada di ketinggian 950 meter di atas permukaan laut, Air Terjun Agal di Marente, serta keberadaan burung kakatua jambul kuning yang menjadi kekayaan khas Pulau Moyo.
“Sumbawa memiliki potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana kita mengembangkan infrastruktur pendukung dan mengemas destinasi ini menjadi produk wisata yang kompetitif di pasar global,” pungkasnya (yd. Radio arki)
