Keterangan : 23 Mahasiswa yang dikukuhkan dan civitas akademika Fakultas Hukum UTS saat poto bersama usai menggelar pengukuhan secara ceremonila di Aula La Grande Sumbawa.
Sumbawa Besar. Radio Arki – Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mengukuhkan 23 mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum sebagai Sarjana Hukum (S.H). pengukusan ini dilakukan dalam prosesi yudisium yang berlangsung khidmat di Aula La Grande Sumbawa, Kamis (12/2/2026). Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam mencetak lulusan hukum yang profesional dan berintegritas.
Yudisium tersebut dihadiri Wakil Rektor I UTS Dr. (Cand) Rusmin Nurjadin, M.Pd yang mewakili Rektor, Dekan Fakultas Hukum Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I., jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta keluarga para lulusan. Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan tentang penetapan kelulusan oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Muhammad Jarnawansyah, S.H., M.H. Pembacaan Surat Keputusan ini menjadi tanda berakhirnya masa studi para mahasiswa dan dimulainya tanggung jawab baru sebagai sarjana hukum.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal pengabdian moral dan sosial di tengah masyarakat.
“Hari ini saudara resmi menyandang gelar Sarjana Hukum. Gelar ini bukan hanya simbol akademik, tetapi amanah moral. Saudara dituntut menjunjung tinggi nilai keadilan, kebenaran, dan integritas dalam setiap pengabdian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater dan terus meningkatkan kapasitas diri di tengah dinamika hukum yang semakin kompleks. Menurutnya, dunia hukum membutuhkan lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian moral.
“Kami berharap lulusan Fakultas Hukum UTS mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan, baik di ruang sidang, lembaga pemerintahan, dunia advokasi, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Jadilah sarjana hukum yang solutif dan berintegritas,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UTS Dr. (Cand) Rusmin Nurjadin menyampaikan apresiasi kepada seluruh yudisiawan dan keluarga atas dukungan yang diberikan selama proses pendidikan berlangsung. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan keluarga.
“Perjalanan akademik tentu tidak mudah. Ada proses panjang, pengorbanan, dan doa yang terus mengiringi. Hari ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan selalu menemukan hasilnya,” ujarnya.
“gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Lulusan perguruan tinggi dituntut adaptif, kritis, dan mampu menjawab persoalan nyata dengan pendekatan ilmiah” tambahnya.
Sementara, mewakili para lulusan, Maulidia Apriani, mahasiswa yang mencatatkan prestasi tertinggi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia mengungkapkan bahwa, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan banyak pihak terutama orang tua, dosen, serta solidaritas rekan seperjuangan.
“Perjalanan ini penuh dinamika. Ada lelah dan tantangan, tetapi kami belajar bahwa ketekunan dan doa orang tua adalah kekuatan terbesar. Fakultas Hukum UTS menjadi ruang bertumbuh, bukan hanya secara intelektual, tetapi juga karakter,” ungkapnya.
Prosesi yudisium berlangsung tertib hingga akhir acara dan ditutup dengan sesi foto bersama, dikukuhkannya 23 Sarjana Hukum tahun ini, Fakultas Hukum UTS kembali mempertegas perannya dalam melahirkan generasi muda hukum yang profesional, berintegritas dan siap berkontribusi dalam pembangunan hukum di tingkat daerah maupun nasional. (Admin01. Radio Arki)
