Brang Ene. Radio Arki – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan, Gerai UMKM Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, mulai menunjukkan perannya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Setiap sore, kawasan yang dibangun Pemerintah Desa Manemeng itu ramai dipadati pedagang dan warga yang berburu berbagai jenis takjil untuk berbuka puasa.
Gerai UMKM yang berdiri di lokasi strategis tersebut merupakan fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Desa Manemeng melalui dana penghargaan dari Bank BRI. Sejak awal Ramadhan, tempat ini dimanfaatkan para pelaku usaha mikro sebagai lokasi berjualan secara terpusat.
Pantauan di lokasi, aktivitas perdagangan mulai meningkat sejak pukul 16.00 WITA. Deretan lapak pedagang yang tertata rapi menyajikan berbagai jenis jajanan khas berbuka puasa. Mulai dari kue tradisional, gorengan, hingga aneka minuman segar tampak dijajakan oleh para pedagang yang sebagian besar merupakan warga setempat.
Suasana di gerai tersebut semakin ramai menjelang waktu berbuka. Warga dari Desa Manemeng maupun dari desa sekitar terlihat berdatangan untuk membeli takjil. Kehadiran pusat jajanan ini pun memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat yang ingin mencari hidangan berbuka puasa.

Kepala Desa Manemeng, Jayadi, SH, mengatakan keberadaan gerai UMKM tersebut memang diproyeksikan sebagai ruang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi bukti bahwa fasilitas tersebut mampu dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan aktivitas usaha.
“Alhamdulillah, selama Ramadhan ini gerai UMKM terlihat ramai. Banyak warga yang memanfaatkan tempat ini untuk berjualan takjil, dan pembelinya juga cukup banyak. Ini menunjukkan bahwa fasilitas yang kita bangun benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Jayadi, Kamis 5 Pebruari 2026 Kemarin.
Ia menjelaskan, sebelum adanya gerai UMKM tersebut para pedagang biasanya berjualan secara mandiri ataupun terpencar seperti di samping jalan dan kediaman masing-masing. Kondisi itu tidak hanya membuat pedagang kurang nyaman, tetapi juga menyulitkan masyarakat yang ingin berbelanja. Adanya gerai UMKM yang terpusat dan tertata, pedagang kini memiliki tempat yang lebih layak untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, pembeli juga lebih mudah menemukan berbagai jenis jajanan dalam satu lokasi.
“Dulu pedagang berjualan di beberapa titik yang berbeda. Sekarang dengan adanya gerai ini, mereka bisa berjualan di satu tempat yang lebih tertata. Pembeli juga lebih mudah karena semua ada di satu lokasi,” jelasnya.
Jayadi menambahkan, keberadaan gerai UMKM ini tidak hanya memberi manfaat bagi pedagang, tetapi juga ikut mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa. Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap sore menjadi salah satu indikator meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pembangunan fasilitas ekonomi seperti gerai UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memberdayakan pelaku usaha kecil. Dengan menyediakan ruang usaha yang representatif, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha mereka.
Pemerintah Desa Manemeng pun berharap gerai UMKM tersebut tidak hanya ramai pada momentum Ramadhan, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan ekonomi masyarakat ke depan. Pihaknya akan terus mendorong pemanfaatan gerai tersebut sebagai pusat aktivitas UMKM desa, baik melalui kegiatan bazar, pasar kuliner, maupun kegiatan ekonomi lainnya.
“Kami berharap gerai ini bisa terus hidup dan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, bukan hanya saat Ramadhan. Ke depan kita ingin tempat ini menjadi sentra UMKM desa yang mampu menggerakkan perekonomian warga,” pungkasnya. (adv/admin01. Radio arki)
