NEWS

Kisah Perempuan UMKM Mitra AMMAN di Sumbawa dan Lombok yang Tembus Pasar Internasional

Sumbawa Barat. Radio Arki  – Kisah perempuan mitra PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Sumbawa dan Lombok menjadi cerminan bahwa UMKM lokal memiliki peluang besar untuk mendunia. Berawal dari usaha rumahan yang sederhana, perlahan mereka tumbuh dan berkembang melalui pendampingan berkelanjutan, hingga mampu meningkatkan nilai ekonomi dan menjangkau pasar internasional.

Program pemberdayaan yang dijalankan AMMAN pun hadir dengan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya membantu meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat aspek branding, digitalisasi, manajemen usaha, hingga membuka akses ke pasar yang lebih luas. Melalui proses ini, para perempuan pelaku UMKM lokal didorong untuk semakin percaya diri, berdaya, dan siap bersaing di tingkat global.

Di Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat, Ibu Zakia menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan program tersebut. Usaha “Bakso Emak” yang dirintis sebelumnya hanya dipasarkan secara sederhana di lingkungan sekitar, dengan kemasan polos tanpa identitas produk. Keterbatasan tersebut membuat jangkauan pemasaran menjadi sempit. Namun, setelah mengikuti pelatihan dari AMMAN, Zakia pemilik bisnis ini mulai memahami pentingnya identitas merek, kualitas kemasan, serta strategi pemasaran berbasis digital.

Keterangan : Custumer bakso emak seteluk yang merupakan wisatawan mancanegara (sumber: amman)

Perubahan tersebut membawa dampak signifikan. Bakso Emak kini tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga berhasil menembus pasar Hong Kong. Produk tersebut menjadi alternatif kuliner bagi diaspora Indonesia sekaligus menarik minat konsumen lokal di negara tersebut.

“Dulu, tantangan terberat adalah bagaimana agar orang tahu bakso kami punya rasa yang tulus. Langkah kami terasa pendek karena pemasaran yang hanya di situ-situ saja,” ungkap Ibu Zakia.  

Keberhasilan ini juga berdampak pada peningkatan nilai jual produk. Jika sebelumnya dipasarkan dengan harga terbatas di pasar lokal, kini produk tersebut memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi di pasar internasional. Selain itu, usaha Bakso Emak juga memberikan dampak sosial yang nyata. Saat ini, usaha tersebut mampu menyerap tenaga kerja, khususnya ibu-ibu tunggal di wilayah Seteluk, sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Di wilayah pesisir Labuhan Jontal, Sumbawa, kisah serupa datang dari Ibu Fitria. Ia mengembangkan usaha olahan ‘Ikan Bage’, produk ikan asin khas daerah setempat yang memiliki cita rasa khas. Sebelum mendapatkan pendampingan, produksi ‘Ikan Bage’ hanya mencapai sekitar 5 kilogram per siklus produksi. Namun, setelah mengikuti program Bale Berdaya, kapasitas produksi meningkat drastis hingga mencapai 40 kilogram.

Peningkatan ini tidak terlepas dari perbaikan sistem produksi, pengelolaan usaha, serta inovasi pada kemasan. Produk yang sebelumnya dikemas secara sederhana kini menggunakan teknologi vacuum dengan bahan aluminium foil, sehingga lebih higienis dan tahan lama. Dengan standar kualitas yang lebih baik, produk Ikan Bage’ kini mampu menembus pasar internasional. Saat ini, pemasaran telah menjangkau Malaysia, Singapura, Taiwan, hingga Hong Kong melalui jaringan distribusi dan reseller.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk tradisional memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi komoditas unggulan ekspor, apabila didukung oleh inovasi dan strategi pemasaran yang tepat.

Sementara itu, di Lombok Timur, Ibu Saehun berhasil mengembangkan produk olahan Black Garlic berbasis bawang putih lokal Sembalun. Produk ini awalnya dipasarkan secara terbatas dengan kemasan sederhana. Melalui pendampingan program Bale Berdaya, Ibu Saehun mendapatkan pelatihan terkait pengolahan produk, manajemen usaha, hingga tata kelola administrasi yang baik. Hal ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Kini, Black Garlic produksi Ibu Saehun telah mampu bersaing di pasar modern dan menarik perhatian konsumen mancanegara. Ketertarikan wisatawan dari Meksiko dan Rusia bahkan membuka peluang kerja sama bisnis lintas negara. Selain meningkatkan nilai ekonomi, usaha tersebut juga memberikan dampak sosial dengan melibatkan tenaga kerja dari berbagai kalangan, mulai dari lansia hingga lulusan sarjana lokal di Lombok Timur.

Pendekatan Pemberdayaan yang komprehensif menjadi kunci

Secara keseluruhan, keberhasilan para pelaku UMKM ini tidak terlepas dari pendekatan pemberdayaan yang komprehensif. Program yang dijalankan PT Amman Mineral Nusa Tenggara mencakup pelatihan keterampilan, penguatan kelembagaan usaha, fasilitasi legalitas, hingga pembukaan akses pasar.

Pendekatan ini dinilai mampu membangun kemandirian pelaku usaha serta meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat global. Tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, program ini juga menekankan aspek keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMKM di Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain global. Dengan dukungan yang tepat, produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga bersaing di pasar internasional.

Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang dapat mengakses program serupa, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih inklusif dan merata. Transformasi yang terjadi pada para pelaku UMKM ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pemberdayaan masyarakat yang terencana dan berkelanjutan mampu menciptakan dampak nyata, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. UMKM NTB kini tampil sebagai wajah baru ekonomi daerah yang tidak hanya berakar pada potensi lokal, tetapi juga mampu melangkah percaya diri di panggung global (Adv/Admin01. Radio Arki)

Related posts

Kejar Tiket Provinsi, Guru KSB ‘Adu Smash’ di Porsenijar

ArkiFM Friendly Radio

Rakerwil PAN NTB Munculkan Pasangan Capres dan Cawapres 2024

ArkiFM Friendly Radio

Dorong Peningkatan Capaian SDGs, Tiga Desa di KSB Ikuti Pelatihan Desa Pilot

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page