keterangan poto : suasana penyuluhan pertanian oleh Mahasiswa KKN Undova di Seminar Salit (sumber. Arki)
Seminar Salit, Brang Rea – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cordova (UNDOVA) Sumbawa Barat melaksanakan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi bertema Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan di Aula Kantor Desa Seminar Salit, Kamis (3/7). Kegiatan ini menjadi langkah nyata generasi muda dalam mendorong transformasi pertanian desa menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Kegiatan yang melibatkan petani, aparat desa, dan tokoh masyarakat ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem pertanian lokal yang adaptif terhadap perubahan iklim dan tantangan zaman.
Dosen UNDOVA, Ari Apriani, S.P., M.Si yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan pentingnya penggunaan pupuk dan pestisida secara bijak guna menjaga kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem.
“Pertanian bukan hanya soal hasil panen, tapi juga tentang menjaga prosesnya agar tetap lestari,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN, Haikal Rabbani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa mendampingi masyarakat agar lebih siap menghadapi tantangan pertanian modern.
“Dengan pendekatan pertanian cerdas, kami ingin petani menjadi lebih tangguh dalam menghadapi krisis iklim dan keterbatasan lahan,” ujarnya.

Kepala Desa Seminar Salit, Khairuddin, menyambut baik program tersebut dan menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.
“Kegiatan ini sangat sesuai dengan kebutuhan disini. Kami harap bisa langsung dipraktikkan di lapangan,” katanya.
Dalam kegiatan itu, peserta terlihat sangat antusias sehingga penyuluhan itu berlangsung interaktif dan penuh semangat. Peserta bahkan sesekali berbagi cerita tentang pengalaman bagaimana praktek pertanian yang selama ini dipraktekkan secara tradisional.
Program ini menjadi bukti bahwa KKN tidak sekadar kegiatan akademik, melainkan juga aksi nyata dalam membangun desa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna. Mahasiswa dan masyarakat bergerak bersama mewujudkan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian desa. (Adv/Iwenk. Radio Arki)
