Maluk. Radio arki – Kuli Farm terus memperkuat perannya dalam membangun kesadaran lingkungan, kali ini dengan pendekatan edukatif yang unik kepada para tamu hotel. Lewat keikutsertaan dalam kegiatan Sunday Morning Market (Sunmor) di Hotel Kirana, komunitas penggiat lingkungan ini memperkenalkan cara pengelolaan sampah dari sumbernya dengan menampilkan produk-produk hasil daur ulang, termasuk magot dan kompos.
“Pada kegiatan Sunmor kemarin, kami hadir membawa contoh nyata dari pengelolaan sampah organik. Ada pupuk kompos, tanaman hasil media kompos, serta magot sebagai agen pengurai alami sampah makanan,” ungkap Alimuddin, perwakilan Kuli Farm, Selasa (15/07/2025), melalui rilis yang diterima media ini.
Menurutnya, metode pemanfaatan magot Black Soldier Fly (BSF) sangat efektif dalam mengurai limbah organik seperti sisa makanan. Sementara itu, kompos hasil olahan mereka juga dimanfaatkan untuk tanaman produktif yang ditampilkan langsung di lokasi kegiatan.

Hotel Kirana memberikan dukungan penuh dengan menyediakan stan khusus untuk Kuli Farm serta fasilitas pemilahan sampah. Para pengunjung dan pelaku UMKM yang hadir di Sunmor diarahkan untuk membuang sampah sesuai jenisnya, baik organik maupun anorganik.
“Alhamdulillah, kami disediakan satu stan oleh pihak hotel, sekaligus diberi ruang untuk menyiapkan wadah sampah organik dan plastik. Sampah yang terkumpul kemudian kami olah sesuai jenisnya,” jelas Alimuddin.
Ia menambahkan, sampah organik akan diproses menggunakan magot BSF, sementara sampah plastik diolah melalui teknologi pirolisis yang dikembangkan secara mandiri. Melalui kegiatan yang telah digelar Ahad 13 Juli lalu itu, Kuli Farm berharap dapat menumbuhkan kesadaran baru di tengah masyarakat, bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang jika dikelola dengan bijak.
“Magot dan kompos bukan sekadar produk. Mereka adalah alat edukasi yang kami gunakan untuk menunjukkan bahwa solusi lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana,” pungkasnya. (Admin01. Radio arki)
