ARKIFMNEWS

Awali Tradisi Adat ‘Sandeka Dilao’, Warga Labuan Lalar Semarakkan Berbagai Lomba Rakyat

Sumbawa Barat. Radio Arki – Tradisi adat ‘Sandeka Dilao’ atau yang dikenal juga sebagai Sedekah Laut, kembali digelar meriah oleh masyarakat Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Kegiatan budaya yang sarat makna spiritual dan sosial ini dibuka dengan semarak lomba-lomba rakyat yang digelar di darat maupun di laut.

Pada pelaksanaan hari pertama, berbagai lomba khas masyarakat pesisir memeriahkan suasana, mulai dari lomba sampan motor, lomba dayung, tarik tambang dan bola dangdut antar ibu-ibu, hingga balap karung anak-anak.

Seluruh kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian panjang Sandeka Dilao tahun 2025 yang mengusung tema “Bersatu Menuju Peradaban yang Humanis.”

“Untuk hari ini kami mulai dengan lomba-lomba yang melibatkan masyarakat secara langsung. Besok akan kita lanjutkan lagi lomba sampan dan lomba dayung. Ini semua menjadi bagian dari rangkaian pra acara, yang meliputi kegiatan di darat dan di laut,” ungkap Jayadi Ismail, ketua panitia tradisi Sandeka Dilao kepada arkifm.com, Senin 14 Juli 2025.

Foto: Ceremonial dimulainya pra kegiatan ‘Sandeka Dilao’ Desa Labuan Lalar.

Ia menambahkan, sambil menyemarakkan lomba-lomba tersebut, panitia juga terus mempersiapkan arena utama untuk puncak acara yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juli mendatang.

“Arena utama sudah rampung sekitar 80 persen. Besok kita lanjutkan pengerjaan lighting dan penataan taman sekitar area kegiatan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian masyarakat, stand-stand UMKM juga akan disediakan di sekitar lokasi acara. Panitia berharap tradisi ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi warga setempat.

Untuk kegiatan puncak nanti, Jayadi menyebut telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat.

“Hasil komunikasi kami dengan Gubernur NTB, insyaallah beliau akan hadir. Jika ada agenda mendesak yang tidak bisa ditinggalkan, opsi penggantinya adalah Ibu Wakil Gubernur dan Sekda NTB. Bupati Sumbawa Barat juga insyaallah akan ikut hadir,” jelasnya.

Tradisi Sandeka Dilao sendiri merupakan wujud syukur nelayan Desa Labuan Lalar kepada Tuhan atas hasil laut yang mereka dapatkan, serta menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.

“Puncak prosesi dari tradisi ini adalah pelarungan kepala kerbau ke tengah laut, yang diyakini memiliki nilai spiritual sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar acara adat, Sandeka Dilao telah menjelma menjadi daya tarik budaya yang menyedot perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat Labuan Lalar ingin menunjukkan bahwa warisan leluhur yang terjaga bukan hanya menjadi kebanggaan identitas, tetapi juga bisa menjadi penggerak kemajuan ekonomi dan pariwisata daerah,” demikian, tutupnya. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Babinkamtibmas Polres Sumbawa Barat Dapat Bantuan 50 Unit Motor

ArkiFM Friendly Radio

Lusa Dilantik, Hari Ini Amar Nani Ikuti Gladi

ArkiFM Friendly Radio

Mantan Kades Goa Resmi Dipolisikan

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page