Keterangan poto : Kepala Desa Seminar Salit saat menerima piala Juara Umum MTQ tahun 2025 kecamatan Brang, (sumber. Radio Arki)
Brang Rea Radio Arki – Desa Seminar Salit kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Brang Rea tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, desa ini berhasil menyabet gelar Juara Umum, mengungguli delapan desa lainnya yang turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Pelaksanaan MTQ tahun ini digelar di Desa Rarak Ronges, dengan melibatkan sembilan desa dari seluruh wilayah Kecamatan Brang Rea. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, sejak 25 hingga 30 Juni 2025, resmi ditutup secara simbolik oleh Camat Brang Rea, menandai berakhirnya rangkaian lomba keagamaan yang menjadi kalender tetap tahunan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Seminar Salit, Khairuddin yang ditemui usai menerima piala tersebut menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, mempertahankan gelar juara umum bukanlah hal yang mudah, mengingat Kecamatan Brang Rea dikenal memiliki banyak potensi dan talenta unggulan dalam berbagai cabang lomba MTQ.
“Alhamdulillah, ini sebuah capaian luar biasa. Setidaknya ini menjadi cerminan bahwa aktivitas pembinaan

keagamaan yang kami lakukan selama ini tidak sia-sia. Ini buah dari proses panjang dan kerja keras bersama,” ujarnya.
Untuk menghadapi MTQ tahun ini, Pemerintah Desa Seminar Salit telah melakukan persiapan yang sangat matang. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menyelenggarakan Training Center (TC) bagi seluruh peserta, baik individu maupun dalam mata lomba beregu. Training Center ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pemantapan teknik dan kemampuan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual, kedisiplinan, dan penguatan mental kompetisi.
Seluruh cabang lomba diikuti oleh kafilah dari Seminar Salit, mulai dari tilawah anak-anak, remaja, hingga dewasa, serta cabang beregu seperti syahril Qur’an dan fahmil Qur’an. Capaian ini menandakan adanya keseriusan dan keberlanjutan dalam pola pembinaan yang diterapkan di tingkat desa.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta, pelatih, dan semua pihak yang telah bekerja keras selama masa persiapan hingga pelaksanaan. Kami tahu mempertahankan gelar lebih sulit daripada meraihnya. Namun dengan semangat, disiplin, dan kerjasama tim yang luar biasa, alhamdulillah kita dapat mengulang keberhasilan ini,” tutur Khairuddin.
“Kami berharap prestasi ini bukan menjadi akhir, melainkan motivasi gerakan di tengah masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai nafas kehidupan. Ini adalah bagian dari pembangunan karakter dan jati diri desa yang religius dan berbudaya,” tegasnya.
Kegiatan MTQ tingkat kecamatan menjadi ajang penting untuk menyeleksi kader terbaik yang nantinya akan mewakili Brang Rea dalam MTQ tingkat kabupaten. Dalam konteks ini, kemenangan Seminar Salit tidak hanya membawa kebanggaan lokal, tetapi juga menunjukkan kesiapan desa untuk tampil di tingkat yang lebih tinggi. (Adv/Iwenk. Radio Arki)
