Brang Ene. Radio Arki — Desa Mujahiddin kembali menegaskan semangat kebangsaan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Rangkaian lomba yang berlangsung selama lima hari ditutup dengan acara puncak yang berlangsung meriah, diwarnai antusiasme seluruh warga dari berbagai kalangan.
Ketua Panitia Lomba, Wahid Manugara, S.IP., menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh warga Desa Mujahiddin yang telah mendukung kegiatan ini. InsyaAllah, pada tahun berikutnya perayaan akan diselenggarakan lebih meriah dengan lebih banyak inovasi kegiatan,” ujarnya.
Berbagai lomba digelar untuk semua usia, mulai dari balap karung, tarik tambang, hingga lomba memasak dan lomba kreatifitas anak-anak. Kegiatan ini berhasil menarik partisipasi aktif warga, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Tujuannya adalah diharapkan setiap lapisan masyarakat dapat merasakan kegembiraan dan semangat kemerdekaan, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga dalam suasana kemerdekaan.
Sementara itu, pemdes setempet melalui sekretaris Desa, Agus Salim berharap bahwa, persatuan dan kekompakan tetap terjaga. Karena di tengah keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, kedua hal tadi menjadi kuncinya. Sehingga apapun kondisinya, meriah peringatan HUT RI di desa begitu terasa. Begitupun dalam konteks pembangunan desa.
“antusiasme warga sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa semangat persatuan dan kebersamaan menjadi pondasi utama keberhasilan acara ini,” ungkapnya.

Suasana semakin hangat ketika hadiah-hadiah lomba dibagikan. Gelak tawa, sorak-sorai, dan tepuk tangan bergema di seluruh lapangan. Nurhasanah, perwakilan salah satu RT yang berhasil meraih juara pertama, mengungkapkan kegembiraannya.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan perayaan 17 Agustus, tetapi juga menjadi sarana bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk menunjukkan bakat serta kreativitas mereka,” ujarnya.
Selain lomba, perayaan ini turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni lokal dan pentas musik. Anak-anak menampilkan tarian tradisional, sementara remaja memamerkan bakat menyanyi dan memainkan alat musik. Semua warga, dari generasi muda hingga lansia, ikut merasakan kebahagiaan dan semangat persatuan yang tercipta.
Perayaan HUT RI ke-80 di Desa Mujahiddin menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan formalitas yang terjaga sekaligus penuh keceriaan. Warga Desa Mujahiddin menutup kegiatan ini dengan harapan agar tradisi ini terus berlanjut dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang. (Iwenk/adv. Radio Arki)
