Keterangan poto : Kepala Bidang Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Abdul Basyir.
Selong, Radio Arki — Masalah sampah yang selama ini membayangi keindahan dan kenyamanan kawasan wisata Sembalun akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Pemkab menetapkan lokasi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, sebagai langkah strategis mengatasi krisis sampah di destinasi unggulan tersebut.
Kawasan Sembalun yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) melalui Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 40 Tahun 2021, selama ini menghadapi persoalan penumpukan sampah yang tak kunjung terselesaikan. Volume sampah terus meningkat, baik dari masyarakat lokal maupun ribuan wisatawan yang datang setiap tahun.
Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur, Abdul Basyir, mengungkapkan bahwa lokasi TPST telah resmi ditetapkan oleh pemerintah daerah. Lahan yang dibutuhkan sekitar satu hektare, berlokasi di Desa Sembalun Lawang.
“Lokasinya sudah ditetapkan sebagai aset tambahan milik Pemda Lombok Timur. Namun, untuk proses lebih lanjut seperti jual beli lahan, masih belum tuntas. Saat ini baru tahap penetapan lokasi,” jelas Basyir.
Pembangunan TPST ini akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dirancang dengan sistem pengelolaan yang lebih terpadu daripada fasilitas sebelumnya seperti TPS atau TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). TPST ini akan mengintegrasikan proses pengumpulan, pemilahan, pendaurulangan, penggunaan kembali, hingga pemrosesan akhir sampah secara menyeluruh.
Bahkan, ke depan TPST ini diwacanakan akan menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur, guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas pengelolaannya. Hadirnya fasilitas TPST tersebut, Pemkab Lotim berharap dapat menekan volume sampah yang selama ini menjadi momok di kawasan wisata Sembalun.
Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, pembangunan TPST juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah pegunungan kaki Rinjani itu. Langkah ini pasalnya sekaligus menjadi komitmen Pemkab Lombok Timur dalam menjaga daya tarik wisata daerah, tanpa mengabaikan aspek lingkungan yang kini menjadi perhatian nasional. (UR. Radio Arki)
