NEWS

Dukung Program GAMAS, Lembaga Perlindungan Anak KSB Berikan Catatan Kritis…

Keterangan : ketua LPA KSB, Mulyadi Molet (sumber: istimewa)

Sumbawa Barat. Radio Arki – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa Barat mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digagas pemerintah. Meski dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat peran keluarga, LPA mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial yang hanya dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah.

Ketua LPA Kabupaten Sumbawa Barat, Mulyadi Molet, mengatakan keterlibatan ayah dalam mengantar anak ke sekolah memiliki dampak besar terhadap perkembangan psikologis anak. Menurutnya, perhatian dan kehadiran ayah mampu membangun rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

“Ini positif, tetapi kalau bisa jangan hanya untuk pertama masuk sekolah. Kalau bisa minimal setiap minggu, apalagi bisa setiap hari. Karena rata-rata anak yang menjadi korban atau pelaku penyimpangan hukum, itu karena memang perhatian orang tua yang kurang,” ujarnya.

Mulyadi menilai, banyak persoalan yang menimpa anak dan remaja berawal dari minimnya pendampingan orang tua. Karena itu, ia berharap semangat yang dibangun melalui GAMAS dapat menjadi budaya pengasuhan yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada momentum awal tahun ajaran.

Perjalanan menuju sekolah, kata Molet merupakan momen sederhana yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak. Melalui interaksi tersebut, orang tua dapat memberikan motivasi, mendengarkan keluh kesah anak, hingga mengetahui kondisi psikologis mereka sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Selain berdampak pada aspek psikologis, Mulyadi juga menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menilai, kebiasaan orang tua mengantar anak ke sekolah juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini banyak melibatkan anak-anak yang belum cukup umur mengendarai kendaraan bermotor.

“Dan perlu diketahui bahwa angka kecelakaan lalu lintas pelajar di KSB cukup tinggi, disebabkan anak-anak yang belum layak membawa kendaraan sendiri dibiarkan. Jadi sangat penting kalau ada program-program seperti dari pemerintah,” pungkasnya.

Program GAMAS sendiri merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Imbauan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus, S.Pd., M.M., menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Menurutnya, keterlibatan orang tua, khususnya ayah, merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan semangat belajar anak sejak hari pertama masuk sekolah.

“Gerakan ini merupakan bentuk perhatian orang tua kepada anak. Kami berharap orang tua, khususnya ayah, dapat meluangkan waktu mendampingi anak pada hari pertama sekolah agar mereka lebih percaya diri mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya. (Al. Radio Arki)

Related posts

Pemerintah desa Seminar Salit Kecamatan Brang Rea Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 79

ArkiFM Friendly Radio

Akan Dibangun Rumah, Nenek Kincah Langsung Peluk Wabup

ArkiFM Friendly Radio

Komunitas Trabas ‘Kebas FasMo’ Siap Jadi Garda Terdepan Dukung Fud Aher

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page