Keterangan : Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Sumbawa Barat, Oni Sopianto (sumber.istimewa)
Sumbawa Barat. Radio Arki – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat membidik lonjakan penerimaan retribusi layanan persampahan pada 2027. Target tersebut didorong oleh bertambahnya jumlah wajib retribusi seiring perluasan cakupan layanan pengangkutan sampah ke sejumlah kecamatan, serta kerja sama dengan sejumlah instansi dan perusahaan.
Sebelumnya, sejak layanan retribusi persampahan mulai diterapkan pada September 2024 hingga 2025, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut hanya sebesar Rp50 juta. Memasuki 2026, target itu meningkat tajam menjadi Rp400 juta setelah DLH memperluas layanan pengangkutan sampah dari yang semula hanya mencakup Kecamatan Taliwang selanjutnya bertambah kepada beberapa kecamatan lain sekitar Taliwang.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Sumbawa Barat, Oni Sopianto mengatakan peningkatan jumlah wajib retribusi merupakan dampak langsung dari bertambahnya wilayah layanan yang kini dapat dijangkau oleh armada pengangkut sampah.

“tahun ini karena ada peningkatan WR (wajib retribusi) maka kami menargetkan 400 juta rupiah. Awalnya kami hanya bisa menjangkau kecamatan taliwang saja, namun tahun ini kami sudah melayani 4 kecamatan Taliwang, Brang Rea, Brang Ene, Seteluk sehingga terjadilah pemanbahan jumlah wajib retribusi,” tutur Oni Sopianto saat diwawancarai, Kamis (16/7/2026).
Selain memperluas jangkauan layanan, DLH KSB juga mulai menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah pihak sejak pertengahan 2026. Kerja sama tersebut meliputi layanan persampahan dengan MBG, PLTU, dan ASDP yang diproyeksikan akan menambah jumlah wajib retribusi dan berdampak pada peningkatan target PAD pada 2027.
“Sejak bulan Juli 2026 kami telah melakukam PKS (perjanjian kerja sama) dengan beberapa pihak seperti MBG, PLTU, ASDP itukan pasti terjadi peningkatan WR (Wajib Retribusi) jadi akan masuk ke target tahun depan pasti akan kami targetkan lagi, pastinya target kami akan meningkat di tahun 2027,” ungkap Oni, demikian ia akrab disapa.
DLH KSB tidak berhenti pada empat kecamatan yang telah terlayani. Instansi tersebut menargetkan perluasan layanan pengangkutan sampah hingga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Upaya itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperluas basis wajib retribusi sehingga kontribusi sektor persampahan terhadap PAD terus meningkat.
“Kami sedang berupaya agar bisa menjangkau semua kecamatan agar target dari retribusi sampah ini meningkat, terutama di wilayah kecamatan jereweh, maluk, sekongkang,” demikian, tutup Oni. (Al. Radio Arki)
