ARKIFMNEWS

Modal Benang, Untung Menang: Rumah BUMN Pertamina KSB Cetak UMKM Kreatif Lewat Pelatihan Makrame

Sumbawa Barat. Radio Arki – Tak semua peluang usaha membutuhkan modal besar. Berbekal benang, kreativitas, dan ketekunan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini memiliki kesempatan membuka sumber pendapatan baru melalui kerajinan makrame yang bernilai jual tinggi.

Semangat itulah yang dihadirkan Rumah BUMN Pertamina Sumbawa Barat melalui pelatihan bertajuk “Modal Benang, Untung Menang: Pelatihan Macrame Siap Jual” yang digelar pada Kamis, 25 Juni 2026.

Sebanyak 20 pelaku UMKM binaan dari berbagai sektor usaha mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis sekaligus membuka wawasan tentang peluang bisnis di industri kreatif.

Program ini tidak sekadar mengajarkan teknik merangkai benang menjadi karya seni. Lebih dari itu, pelatihan menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar mampu melakukan diversifikasi produk, meningkatkan daya saing, serta menciptakan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Rumah BUMN menghadirkan pemilik usaha Ana Macrame, Nurhasanah, sebagai narasumber utama. Ia membimbing peserta mulai dari teknik simpul dasar, cara menghasilkan produk yang rapi dan berkualitas, hingga strategi memasarkan hasil kerajinan agar mampu bersaing di pasar.

Menurut Nurhasanah, makrame merupakan salah satu usaha kreatif yang memiliki prospek menjanjikan karena membutuhkan modal yang relatif kecil, namun mampu menghasilkan produk dengan nilai ekonomi tinggi.

“Kerajinan makrame ini peminatnya luas dan modalnya relatif terjangkau, namun punya nilai jual tinggi jika dikerjakan dengan tekun. Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari para pelaku UMKM hari ini. Dengan menguasai teknik dasar yang benar, mereka sudah punya modal kuat untuk menghasilkan produk pajangan atau aksesori yang siap bersaing di pasaran,” ujarnya.

Fasilitator Rumah BUMN Sumbawa Barat, Nining Meilia Lestari, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Rumah BUMN dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar tidak bergantung pada satu jenis produk usaha.

Ia menilai kemampuan menciptakan produk baru menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

“Kami ingin UMKM binaan tidak hanya terpaku pada satu jenis usaha saja, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan produk baru yang bervariasi. Pelatihan makrame ini adalah langkah awal. Kami berharap keterampilan baru ini benar-benar dimanfaatkan sebagai peluang usaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan dan memperkuat perekonomian keluarga mereka di masa depan,” kata Nining.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Selain menerima materi, mereka juga mengikuti sesi praktik hingga berhasil menghasilkan karya makrame pertama yang dapat dibawa pulang sebagai bekal untuk mulai mengembangkan usaha.

Harapannya, keterampilan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman belajar, tetapi berkembang menjadi produk kreatif yang mampu melengkapi lini usaha para peserta sekaligus membuka peluang pasar baru.

Melalui program seperti ini, Rumah BUMN Pertamina Sumbawa Barat menegaskan komitmennya sebagai pusat pembinaan dan pengembangan UMKM. Tak hanya memberikan pelatihan keterampilan, lembaga ini juga terus mendorong digitalisasi usaha, pendampingan bisnis, hingga perluasan akses pasar agar UMKM lokal semakin tangguh, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Desa Batu Putih Gagas Penghijauan, Amman Diharapkan Ambil Bagian

ArkiFM Friendly Radio

Hindari Jeratan Hukum, Pembangunan Gedung Arpusda Dibuat Lebih Transparan

ArkiFM Friendly Radio

Alami Abrasi Parah, Jalan Lunyuk–Sekongkang Rawan Terputus

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page