Sumbawa Barat. Radio Arki – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemda KSB) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Salah satunya melalui Pelatihan Motif Tenun bagi Industri Kecil Menengah (IKM), yang resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, di Hanipati Resto, Selasa, 9 September 2025.
Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) ini, diikuti oleh 20 peserta. Sementara instrukturnya didatangkan dari Lombok Tengah, yakni Ahmad Akhirudin dan Maria Ulfa.
Kepala Dinas Koperindag KSB, Suryaman, menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung selama 20 hari.
Jika sebelumnya para peserta telah mendapat pelatihan dasar, kali ini kata dia, peserta diarahkan pada pengembangan motif tenun sebagai langkah penting sebelum menghasilkan produk turunan bernilai tambah.
“Kami juga telah menyiapkan dukungan promosi melalui fashion show dan kegiatan pendukung lainnya agar hasil tenun lokal semakin dikenal luas,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Hj. Hanipah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah berjalan lebih dari tiga tahun.
Menurutnya, pengembangan motif adalah kunci agar tenun lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin kompetitif di pasar.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat empat kelompok tenun aktif di Kabupaten Sumbawa Barat, yakni Kertasari, Mantar, Mura, dan Batu Bele.
Keempatnya, kata Hj. Hanipah, menjadi binaan pemerintah daerah dan terus difasilitasi dalam hal produksi, promosi, maupun peningkatan kapasitas.
“Harapan pemerintah daerah adalah para penenun mampu menekuni keterampilan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga hasil tenun tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi perputaran ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya keberlanjutan produksi serta penguasaan teknik menenun yang lebih modern.
Pemda KSB, katanya, siap memberikan dukungan melalui berbagai bentuk fasilitasi, mulai dari event promosi, pembelian produk untuk kebutuhan resmi pemerintah, hingga program pelatihan lanjutan. (Admin02.RadioArki)
