Sumbawa Barat. Radio Arki – RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang unggul dan responsif, khususnya dalam layanan kesehatan ibu dan anak (KIA).
Dalam rangka meningkatkan mutu layanan tersebut, rumah sakit ini menerima kunjungan dari Tim Pengampu Layanan KIA RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 17–18 Juni 2025, dalam kegiatan Pendampingan Tahap I yang berlangsung intensif dan strategis.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh dr. Ratih Barirah, Sp.OG, selaku Ketua Tim Pendamping. Rombongan melakukan serangkaian penilaian dan validasi menyeluruh terhadap sistem dan praktik layanan KIA yang telah berjalan di RSUD Asy-Syifa’.
Saat ini, rumah sakit tersebut telah berada pada level kompetensi Layanan KIA Madya, dan melalui kegiatan pendampingan ini, langkah-langkah perbaikan serta penguatan mutu diarahkan untuk mendorong rumah sakit naik ke tingkat layanan yang lebih tinggi.
Kegiatan pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek evaluatif, namun juga memberikan bimbingan teknis dan rekomendasi strategis.
Tim dari RSUD Provinsi NTB secara sistematis mengidentifikasi kekuatan dan area yang masih perlu diperkuat, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penguatan alur pelayanan, hingga optimalisasi sarana-prasarana pendukung.
Pendampingan ini dinilai sangat penting dalam memastikan bahwa pelayanan KIA di RSUD Asy-Syifa’ telah sesuai dengan pedoman pelayanan nasional dan mampu menjawab tantangan riil di lapangan, khususnya dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumbawa Barat.
Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr. Carlof, M.MRS., MQM, menyambut baik kunjungan tim pendamping dengan semangat kolaboratif. Menurutnya, sinergi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam memperbaiki sistem layanan kesehatan secara menyeluruh.
“Pendampingan ini menjadi momentum penting untuk mendorong RSUD Asy-Syifa’ tampil semakin prima dalam mendukung program nasional penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kami optimis dengan kerja sama yang erat, rumah sakit akan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat,” ungkap dr. Carlof.
Ia juga menekankan bahwa RSUD Asy-Syifa’ berkomitmen untuk menjadi institusi pelayanan publik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien, khususnya ibu hamil dan anak-anak.
Kegiatan pendampingan tahap pertama ini menjadi langkah awal dari proses berkelanjutan dalam peningkatan kualitas layanan KIA. Dengan adanya evaluasi mendalam dan masukan teknis dari rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Asy-Syifa’ kini memiliki peta jalan yang lebih terarah untuk melakukan penguatan internal.
“Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB melalui RSUD Provinsi dan semangat reformasi layanan dari dalam, RSUD Asy-Syifa’ siap menjadi garda depan dalam memastikan kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas utama dalam pembangunan sektor kesehatan daerah,” tutupnya. (Admin02.RadioArki)
