Brang Rea. Radio Arki – Kolaborasi antara Pemerintah Desa Tepas Sepakat dan Kecamatan Brang Rea mulai menunjukkan arah nyata. Unit TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, kini bakal mulai difungsikan sebagai pusat pengelolaan sampah sekaligus peluang ekonomi baru bagi warga.
Komitmen ini menguat setelah adanya dorongan aktif dari pemerintah kecamatan yang bersinergi dengan inisiatif pemerintah desa. Kepala Desa Tepas Sepakat, Khairuddin Ikas, menegaskan bahwa langkah menghidupkan TPS3R bukan sekadar program, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab persoalan sampah di desa.
“Ini adalah inisiatif desa yang terus kami dorong bersama pihak kecamatan. Kami ingin TPS3R ini benar-benar difungsikan secara maksimal, karena fasilitasnya sudah tersedia,” ujarnya, Jumat 24 April 2026 siang, saat melakukan gotong royong di Unit fasilitas TPS3R setempat.
Namun demikian, Khairuddin juga mengakui masih terdapat kendala utama yang membuat TPS3R belum dapat difungsikan secara maksimal, yakni keterbatasan sumber daya pengelola. Menurutnya, minat masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan TPS3R masih rendah, terutama karena pertimbangan ekonomi.
“Masalah utamanya ada pada SDM pengelola. Sangat jarang warga yang mau mengelola TPS3R ini. Pertimbangannya memang ekonomis, karena pengelola berharap insentif bisa dinaikkan sekitar Rp2 juta atau minimal Rp1,5 juta per bulan,” jelasnya.
“Karena ini menyangkut kebijakan, kami perlu berkomunikasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah agar ada solusi terhadap persoalan ini,” tambah Khairuddin.

Lebih lanjut, ia menegaskan tetap optimistis TPS3R di Desa Tepas Sepakat dapat segera beroperasi, terlebih dengan adanya pendampingan langsung dari pihak kecamatan dan dukungan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah.
Sementara itu, Camat Brang Rea, Arkamuddin, menegaskan kesiapan pihak kecamatan untuk mendampingi proses pengoperasian TPS3R agar berjalan optimal. Ia menilai, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat.
“TPS3R ini harus kita dorong bersama. Tidak cukup hanya dibangun, tapi harus difasilitasi agar benar-benar berfungsi maksimal. Kami dari kecamatan siap mendampingi,” tegas Arkam saat ikut gotong royong di lokasi unit TPS3R Desa Tepas Sepakat, Jumat 24 April 2026 lalu.
Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik, TPS3R tidak hanya menjadi solusi konkret terhadap persoalan sampah, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru di tingkat desa, mulai dari pengelolaan sampah organik menjadi kompos hingga pemanfaatan sampah anorganik bernilai jual.
Sebagai langkah awal, pemerintah desa bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pada Jumat lalu dengan fokus pada pembersihan area TPS3R yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan tersebut menjadi penanda awal pengaktifan kembali fasilitas sekaligus menunjukkan kesiapan masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaannya. Partisipasi warga terlihat dari keterlibatan langsung dalam pembersihan dan penataan lingkungan sekitar TPS3R. Pemerintah desa dan pihak kecamatan menilai keterlibatan ini menjadi modal penting dalam mendorong keberlanjutan operasional TPS3R ke depan. (Adv/Iwenk. Radio Arki)
