keterangan poto : Santriwati al ikhlas sedang merakit salah satu pesawat aeromodeling. (Sumber. istimewa)
Taliwang . Radio Arki – Santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Lewat bimbingan para guru dan semangat belajar yang tinggi, santri Alikhlas sukses merakit tiga pesawat aeromodeling skala edukatif yang akan ditampilkan dalam Apel Tahunan Pesantren.
Pesawat-pesawat tersebut bukanlah mainan biasa. Masing-masing dirancang dengan mengadopsi model pesawat tempur dan angkut ternama dunia. Ada model jet tempur siluman Raptor F-22 yang dikenal canggih dan strategis, Sukhoi SU-30 yang melambangkan kelincahan dan kekuatan tempur, serta Hercules C-130 yang identik dengan daya angkut logistik militer.
Menariknya, seluruh proses perakitan dilakukan langsung oleh para santri dari tahap perencanaan desain, instalasi elektronik, hingga proses uji terbang. Inisiatif ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan juga bagian dari pendidikan karakter. Nilai-nilai seperti kerja sama tim, kreativitas, dan semangat jihad ilmiah ditanamkan dalam setiap prosesnya.

Apel Tahunan Pesantren atau kegiatan rutin untuk memperkenalkan Pondok pesantren itu rencanya akan digelar, Ahad 13 Juli 2025 besok. Kesempatan itupun nanti akan menjadi momen spesial, karena pesawat-pesawat karya santri tersebut akan diperkenalkan dan diterbangkan sebagai simbol kemajuan pesantren dalam dunia pendidikan berbasis nilai. Lebih dari itu, dalam penerbangannya nanti, para santri membawa misi simbolik yang menyentuh hati yaitu “Santri Mengudara Palestina Merdeka”.
“Dari langit Taliwang, para santri ingin menyuarakan harapan dan solidaritas untuk Palestina. Dengan penuh keyakinan, kami juga ingin menyampaikan pesan damai dan perjuangan,” terang Pimpinan Pondok Pesantren Alikhlas Taliwang, Ust. Dr. Mujahid Imaduddin, kepada media ini, Sabtu 12 Juli siang.
Prestasi ini bagi santri membuktikan bahwa pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Langit bukan batas, melainkan awal dari perjuangan mereka menuju peradaban yang lebih bermartabat. (Admin01. Radio arki)
