NEWS

SGI KSB Gelar Workshop, Kadis Dikbud: Guru Tak Butuh Validasi

Sumbawa Barat. Radio Arki – Sekolah Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Sumbawa Barat menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi bagi kepala sekolah dan guru jenjang TK serta SD se-KSB. Kegiatan itu rencananya akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2025, dengan melibatkan sejumlah guru dan kepala sekolah terutama mereka yang saat ini terlibat dalam program yang digagas oleh dompet dhuafa tersebut.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB Agus, S.Pd, Wakil Ketua DPRD KSB Merliza, serta perwakilan SGI Pusat. Dalam sambutannya, Kadis Dikbud menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat profesi guru sebagai penggerak perubahan yang tidak membutuhkan pengakuan publik untuk membuktikan perannya.

“Guru tidak butuh validasi. Cukup lihat muridnya sukses, itu sudah menjadi puncak kebahagiaan seorang guru,” tegas Agus, Kamis 6/11 siang tadi, di aula pertemuan kedai Sawah Taliwang.

“Guru itu seperti gula dalam secangkir kopi, ketika kopinya enak maka yang disebut dan diapresiasi adalah kopi, tetapi ketika kopinya terasa manis maka pasti yang disalahkan adalah gulanya bukan kopinya,” imbuhnya mengibaratkan.

Lebih lanjut Agus mengingatkan pentingnya memandang setiap anak sebagai individu yang unik, dengan potensi dan waktu tumbuh yang berbeda. Jadi jangan pernah memberi label bodoh kepada murid. Tugas guru adalah “menyirami” muridnya dengan kesabaran dan kasih sayang agar dapat menemukan potensi terbaiknya.

Dalam kesempatan itu, Agus turut menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan tengah menyiapkan Peraturan Bupati tentang Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang kini dalam proses harmonisasi di Kanwil Kemenkumham NTB. Penggunaan BOSDA diharapkan dapat memperkuat sekolah dalam mendorong kegiatan ekstrakurikuler agar minat dan bakat siswa dapat optimal.

“BOSDA itu besarannya nanti sekitar 30 persen dari BOS. Gunakanlah dengan bijak untuk menumbuhkan potensi anak-anak kita, baik akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Ketua SGI KSB Muhammad Akbar mengungkapkan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud komitmen SGI dalam mendorong peningkatan kualitas guru melalui pembelajaran kolaboratif. Ia pun berharap dapat melahirkan semangat baru bagi para guru dan kepala sekolah untuk terus berinovasi, berkolaborasi, serta menjaga marwah profesi guru.

“SGI ingin terus menjadi wadah bagi para guru untuk berkembang, berbagi pengalaman, dan memperkuat kapasitas dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan,” ujarnya.

Adapun jumlah peserta kegiatan itu adalah 54 orang dari berbagai sekolah yang ada di Sumbawa Barat, baik sekolah negeri dan swasta. Dari 54 peserta tersebut, 18 orang diantaranya adalah kepala sekolah, selanjutnya ada 36 orang guru biasa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD KSB Merliza, S.Sos.I, MM memberikan apresiasi terhadap langkah SGI KSB yang konsisten mengupayakan peningkatan kompetensi pendidik di daerah. Karena profesi guru, kata merliza harus terus difasilitasi agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.


“DPRD berkomitmen memberikan dukungan bagi kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, termasuk SGI,” ungkapnya. (Admin01. Radio Arki)

Related posts

Pamit Sebagai Pjs Bupati, Julmansyah: Terima Kasih Masyarakat KSB

ArkiFM Friendly Radio

Bakal Ada Car Free Night di Taliwang, Ruang Hiburan dan UMKM Disiapkan

ArkiFM Friendly Radio

Penghujung Tahun 2024, Pemdes Manemeng Gelar Puncak Perayaan HUT ke-16

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page