ARKIFMNEWS

Permintaan Tinggi, Pisang Cavendish Talonang Baru Terancam Tersendat karena Krisis Air

Foto: Wakil Bupati KSB, Hj.Hanipah, saat meninjau area perkebunan pisang Cavendish Talonang, beberapa waktu lalu.

Sumbawa Barat. Radio Arki – Pisang Cavendish mulai menjelma menjadi harapan baru bagi perekonomian masyarakat Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut, membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan pendapatan. Namun di tengah prospek yang menjanjikan itu, keterbatasan sumber air masih menjadi hambatan utama yang mengancam laju pengembangannya.

Setiap hari, permintaan pisang Cavendish dari pemasok terus berdatangan. Sayangnya, kemampuan produksi petani setempat belum mampu mengimbangi kebutuhan pasar. Bukan karena minimnya minat masyarakat untuk bertani, melainkan karena keterbatasan sarana pendukung, terutama ketersediaan air dan bibit tanaman.

Salah seorang petani Cavendish di Talonang Baru, Amaq Rizki, mengaku saat ini mengelola lahan sekitar 60 are. Dari lahan tersebut, ia mampu menghasilkan lebih dari satu ton pisang Cavendish dalam sekali panen yang dilakukan setiap bulan.

Meski demikian, angka produksi tersebut masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan pasar yang terus meningkat. “Permintaan dari pemasok setiap hari mencapai satu ton. Tapi kami hanya mampu memenuhi sekitar satu ton setiap tiga sampai empat hari sekali,” ungkap Amaq Rizki, kepada arkifm.com, Selasa 23 Juni 2026.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa peluang pasar untuk komoditas Cavendish masih sangat terbuka lebar. Bahkan, jika produksi dapat ditingkatkan, petani diyakini tidak akan kesulitan mencari pembeli, karena pasar telah tersedia dan terus membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.

Saat ini, baru tiga petani di Talonang Baru yang mengembangkan pisang Cavendish dalam skala relatif besar. Sementara sebagian besar masyarakat masih menanam dalam jumlah terbatas, karena terkendala ketersediaan bibit dan pasokan air yang belum memadai.

“Kendala utama kami saat ini adalah bibit dan air. Kalau Embung Talonang 2 bisa segera dinormalisasi, kebutuhan air pertanian akan jauh lebih terjamin dan masyarakat bisa memperluas areal tanam,” katanya.

Amaq Rizki menilai, persoalan air merupakan faktor penentu keberhasilan pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Tanpa dukungan sumber air yang cukup, petani akan kesulitan meningkatkan produktivitas, meskipun peluang pasar sangat menjanjikan.

Harapan yang sama disampaikan Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo, SP. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat desa, sehingga keberadaan infrastruktur pendukung seperti embung sangat penting untuk menjamin keberlanjutan produksi.

Menurut Budi, normalisasi Embung Talonang 2 bukan hanya kebutuhan petani Cavendish semata, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis bagi pengembangan kawasan pertanian Talonang Baru secara keseluruhan.

“Keberlanjutan tanaman sangat bergantung pada ketersediaan air. Karena itu kami berharap tahun ini normalisasi Embung Talonang 2 bisa direalisasikan agar suplai air bagi petani lebih terjamin,” ujarnya.

Pemerintah Desa Talonang Baru sendiri terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya pisang Cavendish sebagai sumber pendapatan baru yang potensial. Bahkan, pemerintah desa telah menginisiasi gerakan penanaman Cavendish di tingkat rumah tangga agar manfaat ekonomi komoditas tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami mendorong setiap rumah tangga menanam pisang Cavendish. Ini bagian dari upaya meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mengoptimalkan potensi pertanian desa,” jelasnya.

Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian produktif. Terlebih, Cavendish merupakan salah satu komoditas yang memiliki pasar stabil dan nilai jual yang relatif baik dibandingkan sejumlah komoditas pertanian lainnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat dan besarnya permintaan pasar, normalisasi Embung Talonang 2 kini menjadi harapan besar petani Talonang Baru. Jika persoalan air dapat diatasi, desa yang berada di wilayah pesisir selatan Kabupaten Sumbawa Barat itu berpeluang tumbuh menjadi salah satu sentra produksi pisang Cavendish di NTB. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Kawal STBM, Agen PDPGR Diminta Pantau Penerapan di Lapangan

ArkiFM Friendly Radio

Pemda KSB Diminta Bentuk Tim Khusus Awasi Imigran Asing

ArkiFM Friendly Radio

Dugaan Penghinaan TGB, DPC Demokrat KSB Meminta Kader Tidak Emosional

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page