NEWS

Produktivitas Rumput Laut Turun, Dinas Tempuh Cara Tak Biasa

Keterangan : Desa Kertasari, salah satu sentra budidaya rumput luat di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat. Radio Arki – Produktivitas rumput laut di Kabupaten Sumbawa Barat mengalami penurunan. Menyikapi kondisi itu Dinas Perikanan Sumbawa Barat menempuh cara yang tak biasa dengan mengosongkan sementara lahan budidaya agar ekosistem perairan pulih dan produktivitas rumput laut dapat kembali meningkat.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi lahan budidaya yang dalam beberapa waktu terakhir dinilai mengalami penurunan kualitas. Menurut Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat, masa peristirahatan lahan diperlukan untuk mengembalikan stabilitas lingkungan perairan yang menjadi faktor penting dalam pertumbuhan rumput laut.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan KSB, Ahlul Afwan, menjelaskan penurunan produksi yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kebijakan pengosongan lahan yang sengaja dilakukan demi menjaga keberlanjutan budidaya.

“Sekarang memang sedang mengalami penurunan karena sedang pengosongan lahan atau peristirahatan lahan untuk mengembalikan stabilitas lahan dan kondisi air, sama halnya dengan lahan pertanian, lahan rumput laut juga butuh peristirahatan,” jelas Afwan saat diwawancarai pada Senin, 20 Juli 2026.

Keterangan : Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan KSB, Ahlul Afwan, (sumber:istimewa)

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tidak diambil secara sepihak. Dinas Perikanan telah berkonsultasi dengan sejumlah pihak, termasuk akademisi dan lembaga teknis, untuk memastikan langkah yang ditempuh sesuai dengan kondisi budidaya rumput laut di daerah.

Hasil konsultasi menunjukkan bahwa penurunan produktivitas rumput laut tidak hanya terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, tetapi juga dialami sejumlah wilayah lain di Nusa Tenggara Barat. Kondisi fisik lahan budidaya dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi hasil produksi.

“Kami telah berkonsultasi dengan dosen dari Universitas Mataram terkait hal ini dan mereka menyarankan untuk dilakukan pengosongan lahan, dan juga hasil koordinasi dengan Balai Perikanan Laut juga menyampaikan hal yang sama bahwa di NTB ini sedang mengalami stagnasi hasil rumput laut karena kondisi fisik lahan,” ungkapnya.

Dinas Perikanan mencatat tren penurunan produksi mulai terlihat sejak 2025. Padahal, rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat pesisir sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu metode yang dilakukan ini akan segera dapat meningkatkan produktivitas rumput laut untuk musim tanam berikutnya. (Al. Radio Arki)

Related posts

Dewan Pengupahan Usulkan UMK 2021 Sama dengan Tahun Sebelumnya

ArkiFM Friendly Radio

Lahan Tak Dibayar, Jalan ke Mako Brimob KSB Ditutup Paksa

ArkiFM Friendly Radio

Disnaker KSB ‘Diserbu’ Pencari Kerja

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page