ARKIFMNEWS

Undova Siapkan Manusia Sumbawa Barat Hadapi Era Pasca Tambang

Sumbawa Barat. Radio Arki – Universitas Cordova Indonesia (Undova) mengambil peran strategis dalam menyiapkan masyarakat Sumbawa Barat menghadapi era pasca tambang.

Melalui kajian ilmiah, pendidikan kritis, dan pembentukan pola pikir terbuka, Undova berupaya memastikan bahwa masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi siap bertransformasi menuju kemandirian ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Cordova Indonesia, Dr. KH. Lalu Zulkifli Muhadli, SH., MM, dalam konferensi pers yang digelar di Kampus Universitas Cordova, Minggu, 28 September 2025.

Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk ikut terlibat dalam membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat menjelang berakhirnya masa operasi tambang di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Sebagian lembaga pendidikan kita tidak boleh diam, terutama terkait tambang. Ini adalah isu besar yang menyangkut masa depan masyarakat kita. Karena itu, Undova melakukan kajian pasca tambang untuk menyiapkan manusia Sumbawa Barat agar open minded dan siap menghadapi perubahan,” ujarnya.

Kyai Zul sapaan akrabnya disapa, mengulas perjalanan panjang industri tambang di Indonesia. Ia menyebut, sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pemerintah sebenarnya telah mewajibkan perusahaan tambang membangun smelter dalam jangka waktu dua tahun. Namun, kewajiban tersebut baru terealisasi setelah Batu Hijau diakuisisi Amman Mineral.

“Kita bersyukur, meski dulu di era Newmont kewajiban smelter tidak berjalan, kini Amman Mineral bisa kita dorong untuk membangun smelter. Ini adalah capaian penting yang memberi harapan baru bagi daerah. Tentunya kita berharap juga Smelter bisa segera beroperasi,” jelasnya.

Saat ini, tambang Batu Hijau telah memasuki Fase 8, yang dimulai tahun 2025 dan diproyeksikan berproduksi hingga 2030. Fase ini menandai pergeseran penting dari pengambilan bahan mentah menuju industrialisasi berbasis hilirisasi mineral.

“Fase ini bukan lagi sekadar mengambil bahan mentah, tapi bagaimana tambang menjadi pintu menuju industrialisasi. Adanya smelter menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan keberlanjutan ekonomi setelah tambang berhenti,” tambah Zulkifli.

Selain sektor ekonomi, Rektor Undova juga menyoroti tantangan sosial dan lingkungan yang menyertai berakhirnya aktivitas tambang. Menurutnya, pemulihan pasca tambang tidak cukup hanya berfokus pada fit-for-purpose atau pemulihan lahan, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat.

“Kita perlu memastikan lingkungan direcovery dengan baik, tapi yang tak kalah penting adalah pemulihan sosial. Dulu di Sekongkang dan Maluk, semangat gotong royong masih kuat. Sekarang, ketika tambang mendominasi, nilai-nilai sosial itu mulai luntur,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan tentang economic shock yang dapat dialami masyarakat jika tidak disiapkan sejak dini. Ketergantungan terhadap ekonomi tambang berpotensi menimbulkan krisis sosial dan ekonomi ketika produksi menurun atau berhenti.

“Karena itu, penting bagi kita menyiapkan manusia yang adaptif dan kreatif. Pendidikan pasca tambang yang kami kembangkan di Undova adalah bentuk nyata dari kesiapan itu,” tegasnya.

Universitas Cordova sendiri tengah mengembangkan kajian komprehensif pasca tambang yang mencakup aspek ekonomi alternatif, ketahanan sosial, hingga penguatan nilai-nilai lokal. Langkah ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam membangun peradaban baru setelah era tambang berakhir.

“Kita tidak boleh hanya menunggu, tapi harus bertindak. Universitas punya tanggung jawab moral untuk mencerdaskan, menyiapkan, dan membimbing masyarakat menghadapi masa depan pasca tambang,” pungkasnya. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Dinas Kesehatan Sumbawa Barat Mulai ‘Fogging’ Mengantisipasi DBD

ArkiFM Friendly Radio

Bupati Hadiri Reuni Akbar Lintas Alumni SPP-SPMAN Mataram di KSB

ArkiFM Friendly Radio

Desa Manemeng Tegaskan Komitmen Perkuat Akurasi Data Lewat Musdes DT-SEN

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page