NEWS

Empat Tahun Berugak Belajar, Inovasi Pemuda Jerowaru Untuk Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

Keterangan poto : ketua komunitas berugak belajar, Agustino saat kegiatan peringatan 4 tahun berugak belajar, Sabtu 21 Juni 2025 malam tadi. (sumber. arki)

Lombok Timur. Radio arki – Memasuki tahun keempat berkiprah, program Berugak Belajar terus menunjukkan peran strategis sebagai model pendidikan alternatif berbasis kearifan lokal yang menjangkau masyarakat di wilayah pesisir dan pelosok Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Program ini merupakan inisiatif masyarakat yang bertujuan menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi kelompok yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan formal.

Berugak, yakni gazebo tradisional masyarakat Sasak, difungsikan sebagai ruang belajar informal yang adaptif dan partisipatif. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan para relawan pengajar yang berasal dari kalangan pemuda, mahasiswa, serta tenaga pendidik yang memiliki komitmen terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 Berugak Belajar, Ketua Umum Berugak Belajar, Agustino menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat secara langsung, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.

“Berugak Belajar merupakan lilin kecil yang memberikan cahaya pendidikan bagi desa-desa pelosok di Kecamatan Jerowaru, khususnya di wilayah pesisir. Meski sederhana, program ini berupaya menjawab persoalan mendasar terkait keterbatasan akses pendidikan formal,” ujar Agustino di hadapan peserta dan tamu undangan peringatan 4 tahun Berugak Belajar, Sabtu 21 Juni 2025, malam tadi.

keterangan poto : peringatan harlah Komunitas Berugak Belajar, (sumber. arki)

Program ini menyediakan layanan pembelajaran dasar, bimbingan belajar, pendidikan karakter, serta pelatihan keterampilan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Kehadirannya tidak hanya menjawab kesenjangan akses pendidikan, tetapi juga menjadi media pemberdayaan berbasis komunitas.

“Melalui pendekatan yang membumi dan partisipatif, kami berupaya mengintegrasikan fungsi tradisional berugak dengan semangat mencerdaskan kehidupan masyarakat. Gotong royong menjadi ruh utama dari setiap proses pembelajaran yang kami jalankan,” lanjutnya.

Respons masyarakat terhadap Berugak Belajar secara umum sangat positif. Program ini telah menjadi alternatif pendidikan yang relevan, ramah sosial, serta selaras dengan kultur lokal. Anak-anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses transportasi atau beban ekonomi kini memiliki ruang belajar yang lebih inklusif dan dekat dengan lingkungan mereka.

Di usia yang keempat ini, Berugak Belajar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan, memperkuat kualitas pembelajaran, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan program. Dengan semangat yang diibaratkan sebagai lilin yang tidak padam oleh angin, Berugak Belajar diharapkan dapat menjadi model pendidikan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa.

“kita berharap ini (berugak belajar) terus membumi,”tukasnya (Satria. Radio Arki)

Related posts

Hj. Dian BK : Emak Emak Harus Kreatif Membangun Ketahanan Pangan

ArkiFM Friendly Radio

KPU KSB Gelar Rakor Bersama Gugas Covid-19

ArkiFM Friendly Radio

Beberkan Kelemahan LKPJ Bupati, Andi Laweng: Ini Berdasarkan Hasil Analisa Pansus

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page