Keterangan : kantor BRIDA Sumbawa Barat. (sumber: istimewa)
Sumbawa Barat, Radio Arki – Ambisi Kabupaten Sumbawa Barat meraih predikat Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2026 direspons dengan penguatan pendampingan terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah tersebut dilakukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk memastikan setiap perangkat daerah mampu memenuhi seluruh indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID).
Ajang IGA yang diselenggarakan setiap tahun oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri merupakan program nasional yang bertujuan mengukur sekaligus memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berhasil menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Penilaian melibatkan seluruh pemerintah daerah di Indonesia, mulai dari 38 provinsi, 416 kabupaten, hingga 98 kota, dengan indikator yang mencakup inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, dan sektor strategis lainnya.
Selama lima tahun terakhir, Kabupaten Sumbawa Barat mampu mempertahankan predikat Daerah Inovatif. Namun, pemerintah daerah menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar mampu menembus kategori Sangat Inovatif, yang mensyaratkan skor penilaian lebih tinggi berdasarkan indikator yang ditetapkan BSKDN.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menginstruksikan seluruh OPD agar aktif berpartisipasi dalam penilaian IGA 2026. BRIDA juga mengintensifkan koordinasi, asistensi, dan pendampingan kepada tim inovasi di setiap perangkat daerah, baik yang berada di kawasan KTC maupun OPD lainnya.
Kepala BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat melalui Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi, Indra Jaya, S.Pt., M.Si., mengatakan sejumlah perangkat daerah telah menunjukkan perkembangan positif dengan melengkapi dokumen dan meningkatkan kualitas inovasi yang diinput pada aplikasi IGA milik BSKDN Kemendagri.
“Beberapa OPD sudah bekerja sangat baik dalam melengkapi dokumen dan meningkatkan kualitas inovasinya. Kami memberikan apresiasi atas komitmen tersebut. Namun, kami juga melihat masih ada beberapa perangkat daerah yang bergerak relatif lambat dalam memenuhi berbagai kriteria yang dipersyaratkan pada setiap indikator penilaian,” ujarnya.
Indra menjelaskan, waktu yang tersedia untuk melengkapi seluruh dokumen semakin terbatas. Hingga batas akhir penginputan data pada 7 Agustus 2026, seluruh OPD diharapkan mampu menyelesaikan kelengkapan administrasi maupun substansi inovasi yang menjadi bagian dari penilaian IID.

Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Sangat Inovatif bergantung pada kemampuan setiap perangkat daerah memenuhi 20 indikator penilaian, mulai dari aspek regulasi, kelembagaan, sumber daya, dokumentasi inovasi, hingga bukti implementasi dan dampak inovasi yang telah dijalankan.
Ia mengingatkan bahwa kegagalan memenuhi indikator penilaian tidak hanya menghambat target peningkatan predikat, tetapi juga berpotensi menurunkan posisi Kabupaten Sumbawa Barat dalam pemeringkatan inovasi daerah secara nasional.
“Kami tidak menginginkan Kabupaten Sumbawa Barat mengalami penurunan predikat. Karena itu kami mengajak seluruh kepala OPD memberikan dukungan penuh kepada tim inovasi masing-masing. Ketua tim yang dijabat oleh sekretaris badan, sekretaris dinas, maupun kepala bagian harus mampu menggerakkan para inovator dan operator agar bekerja lebih cepat, lebih cermat, dan lebih berkualitas dalam memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan,” tegasnya.
Indra menambahkan, IGA bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi menjadi instrumen untuk mengukur budaya inovasi di lingkungan birokrasi. Inovasi yang berkualitas diharapkan mampu mendorong peningkatan pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat pembangunan daerah, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
“pendampingan yang lebih intensif dan kolaborasi seluruh perangkat daerah, kita optimis dapat memenuhi target penilaian IID 2026 sekaligus mewujudkan ambisi meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” demikian, tutup Indra (Al.Radio Arki)
