Info Terbaru, Reddy Warga KSB Terjebak di Boven Digoel Papua

0

Sumbawa Barat. Radio Arki – Kondisi kerusuhan di daerah Wamena Papua dan sekitarnya masih terus terjadi. Proses evakuasipun terus dilakukan. Bahkan informasi terkini, Pemprov NTB melalui dinas sosial terus mendata warga NTB yang berada di camp pengungsian Jayapura. Meski sebagian warga NTB telah berada di Kota Jayapura, namun lain halnya dengan Reddy Musrilana, seorang warga KSB asal Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang.

Ditemui media ini Rabu sore (2/10), Mustafa, ayah Reddy Musrilana didampingi isterinya mengatakan, bahwa anaknya saat ini sedang berada di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua sejak Selasa kemarin. Informasi tersebut didapatkan dari anaknya langsung yang berkomunikasi via selular beberapa jam yang lalu.

“Iya, kami sudah berkomunikasi dengan Reddy hari ini. Saat ini, Reddy sedang berada dirumah temannya di Kabupaten Boven Digoel Papua bernama Muhsin, seorang polisi asal Makassar,” ujar Mustafa.

Ia menuturkan, keberadaan anaknya yang seorang ASN di Boven Digoel dua hari terakhir, berawal dari kerusuhan yang terjadi di wilayah tempat Reddy bertugas, yakni di Distrik Oksibil pusat pemerintahan Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Kondisi kerusuhan yang terus meluas dengan dibakarnya fasilitas publik, membuat Reddy tidak memiliki pilihan lain selain mencari lokasi aman untuk bertahan.

Baca Juga : https://arkifm.com/7188-satu-warga-ksb-terdeteksi-berada-di-papua.html?fbclid=IwAR1yFMWgkbms1rGNMUqSaIxwfQC-Xj7RL2oUS9DnpdssO_oO46_St63rc8g

“Berbekal surat dokumen dan pakaian seadanya, Reddy terbang menggunakan helicopter bersama sebagian warga ke Kabupaten Boven Digoel, yang kebetulan hari itu hanya ada jadwal penerbangan ke daerah tersebut,” tutur Mustafa, menceritakan apa yang disampaikan oleh anaknya via selular.

Saat ini, sambung Mustafa, anaknya sedang menunggu adanya jadwal penerbangan dari Kabupaten Boven Digoel ke Jayapura yang merupakan daerah evakuasi. Dikatakan juga, saat ini, tempat Reddy berada di tempat yang cukup aman. Mesti demikian, Reddy masih terus waspada, mengingat kondisi bisa berubah seketika.

“Ia menunggu adanya jadwal pesawat dari Boven Digoel menuju Jayapura. Saat ini tidak ada yang mengkonfirmasi jadwal pesawat tersebut, dan dia tidak tahu sampai kapan akan tetap berada di boven digoel,”lirih Mustafa, sambil berlinang air mata.

Iapun berharap, karena terus terjadinya kerusuhan di Papua, anaknya bisa segera kembali ke Sumbawa Barat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

“Sudah dua tahun anak saya yang merupakan alumni IPDN bertugas disana (Distrik Oksibil, red). Tahun ini, kami berharap anak kami bisa dipindahtugaskan didaerah mana saja, asal tidak di Papua. Dengan demikian kami sekeluarga bisa lebih tenang,” Pinta Mustafa.

Sementara itu, H. Amir, perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTB yang dikonfirmasi media ini via WhatsApps, menanyakan proses evakuasi Reddy Musrilana yang terjebak di Boven Digoel, belum memberikan keterangan apapun. (Enk. Radio Arki)

Leave A Reply