Sumbawa Barat. Radio Arki – Tim Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tampil tak terbendung pada cabang olahraga gimnastik Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026.
Berkat penampilan impresif sepanjang kompetisi, KSB sukses mengunci gelar juara umum setelah mengoleksi 4 medali emas, 3 perak, dan 8 perunggu.
Kejuaraan yang berlangsung di GOR Auditorium IPDN, Lombok Tengah, Senin (20/7) itu sekaligus menjadi ajang kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB-NTT 2028.
Dominasi yang ditunjukkan para pesenam KSB menjadi sinyal kuat bahwa KSB menjadi salah satu kekuatan baru gimnastik di Nusa Tenggara Barat.
Ketua Umum Persani Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah Musyafirin, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian seluruh atlet.
Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras yang telah dibangun dalam waktu yang tidak singkat.
“Alhamdulillah, seluruh atlet yang kami turunkan berhasil mempersembahkan medali. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Sumbawa Barat,” ujar Hanipah.
Ia menjelaskan, sejak hari pertama pertandingan, kontingen KSB sudah menunjukkan dominasinya dengan mengumpulkan 12 medali dari berbagai nomor yang dipertandingkan.
Modal itu menjadi pijakan penting hingga akhirnya memastikan KSB berdiri di podium tertinggi sebagai juara umum.
Bagi Hanipah, predikat juara umum bukan sekadar soal jumlah medali yang diraih. Gelar tersebut menjadi bukti bahwa para atlet mampu bersaing dan mendominasi di hampir seluruh nomor pertandingan.
“Meraih gelar juara umum di cabang gimnastik adalah prestasi yang luar biasa. Itu menunjukkan sebuah tim mampu tampil konsisten dan mendominasi nomor-nomor yang dipertandingkan,” katanya.
Di balik keberhasilan tersebut, Hanipah menaruh apresiasi besar kepada seluruh atlet yang telah berjuang tanpa mengenal lelah. Bahkan, beberapa atlet tetap memilih tampil meski harus bertanding dalam kondisi cedera.
“Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang dengan luar biasa. Ada yang tetap bertanding meski mengalami cedera. Semangat juang seperti inilah yang akhirnya mengantarkan KSB menjadi juara umum,” ungkapnya.
Hanipah menegaskan, prestasi yang diraih Persani KSB bukanlah hasil yang datang secara instan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara berkelanjutan, didukung latihan yang disiplin serta komitmen kuat dari para pelatih dan pengurus organisasi.
“Keberhasilan luar biasa ini didorong oleh pembinaan atlet usia dini yang sistematis, latihan rutin yang intensif, serta komitmen dari pelatih dan pengurus daerah. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menembus level nasional pada PON 2028,” tutupnya. (Admin02.RadioArki)
