ARKIFM NEWS

Diduga Ada Proyek Double Pembayaran di Seteluk, DPU Malah Cuek

Sumbawa Barat. Radio Arki- Ditengah pimpinan daerah sangat terbuka terhadap sejumlah persoalan dan kritikan sejumlah pihak. Aneh, pelaksana tugas Dinas Pekerjaan Umum, Amar Nurmasnyah justru menunjukkan sikap yang terbalik. Belum lama dilantik, Amar yang sebenarnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas itu, kini diterpa isu tak sedap yaitu dugaan pembayaran ganda dalam pengerjaan proyek Irigasi, di Seteluk, belum lama ini.

Ketua SBCW, Erick Dirgantara kepada  www.arkifm.com mengatakan, sikap yang ditunjukkan oleh seorang staf atau SKPD idealnya harus sesuai dengan semangat yang tengah didengungkan oleh pimpinan daerah. Apalagi terhadap dugaan kasus yang menyangkut korupsi. Karena pimpinan daerah sedang ingin mempertahankan prestasi untuk mendapatkan predikat tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tentu dengan kasus dan sikap seperti ini, kata rick, dimana yang bersangkutan cendrung cuek dan tidak mau merespon apapun tentang dugaan pembayaran ganda dalam proyek irigasi tersebut, justru akan memperkuat dugaan public bahwa proyek itu sedang bermasalah.

“inilah penyakit kebanyakan pejabat kita!. Baru dapat jabatan sudah cuek. Padahal dalam kasus ini saya punya datanya. Kebetulan kami sedang investigasi. Sejauh ini sudah ada bukti permulaan dari kasus itu,” terang Erick Dirgantara, Senin (6/2) siang tadi.

Dalam dokumen kontrak yang kami ketahui, bebernya, jumlah proyek itu sebesar Rp 70-an juta. Proyek itu diketahui sudah dibayarkan sebelumnya kepada kontraktor pelaksana pada akhir tahun 2016 silam, anehnya melalui dinas terkait diketahui ada pembayaran kedua pada awal tahun yaitu bulan Januari 2017 lalu.

“ini modus yang bisa saja sering terjadi. Dimana ada proyek yang sudah dikerjakan dan dibayarkan, terus dibayarkan lagi dengan menggunakan kontraktor pelaksana lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah yang berusaha dikonfirmasi www.arkifm.com tidak mau memberikan jawaban apapun terhadap persoalan tersebut. Begitupun saat dikonfirmasi via telpon, yang bersangkutan terkesan cuek terhadap kasus yang sebenarnya sangat patut diduga bermasalah dan terindikasi adanya praktek korupsi. (US-ArkiRadio)

Related posts

Menpora Launching Sekolah Sepak Bola  se-Kota Ternate

ArkiFM Friendly Radio

Evi Apita Maya Bantu Kebutuhan Material Masjid dan Turnamen Bola Mini

ArkiFM Friendly Radio

Erosi Tebing Sungai Manemeng Korbankan Lahan Pertanian

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment