ARKIFM NEWS

8.969 Pekerja Telah Mendaftar Bantuan Subsidi Upah

Sumbawa barat. Radio Arki – 8.969 Pekerja di Sumbawa Barat dan Sumbawa dilaporkan telah terdaftar pada program Bantuan Subsidi Upah dari Pemerintah Pusat. Jumlah tersebut didapatkan dari data BPJS Ketenagakerjaan Sumbawa. Angka tersebut diakui Kabid HI Disnaker setempat akan terus bertambah, karena masih banyak perusahaan atau pekerja yang belum mendaftar.

“perusahaan sudah disurati, dan sejauh ini ada banyak perusahaan yang sangat proaktif. Setidaknya itu dapat dilihat dari jumlah data sementara yang masuk. Dan angkanya sekarang sudah mencapai 92 persen lebih. Untuk KSB sendiri, datanya sedang di pilah oleh BPJS Ketenagakerjaan Sumbawa,” Terang Tohir, Selasa (6/10) siang kemarin, di ruang kerjanya.

Tahapan pendataan penerima Bantuan Subsidi Upah di Kabupaten Sumbawa Barat KSB), kata Tohir menjadi bagian dari fokus dinas tenaga kerja setempat dalam beberapa minggu ini. Sehingga dalam waktu dekat penyalur bantuan itu sudah dapat dilakukan oleh kementerian terkait.

“ini adalah bagian program untuk pemulihan ekonomi nasional. Dan memang telah dijadwalkan. Jadi kita di daerah segera akan tuntaskan,” ungkapnya.

Dalam Permenaker 14 tahun 2020 tentang pedoman persyaratan Penerima Bantuan, jelas Tohir, sifatnya adalah stimulus ekonomi bagi pekerja atau buruh, terutama yang memiliki gaji dibawah Rp 5 juta. Dan untuk kriteria ini di Sumbawa Barat terbilang cukup banyak, mengingat Upah Minimum Kabupaten yang telah ditetapkan di Sumbawa Barat masih di angka Rp 2 jutaan.

Selain besaran Upah atau gaji,  untuk dapat menerima program stimulus ini, ada beberapa persyaratan lain yang harus dipenuhi pekerja. Sehingga tidak serta merta bagi pekerja dapat menerima bantuan ini. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah, seperti BPJS Ketenagakerjaan terhitung mulai bulan Juni, dan termasuk ketentuan standar lainnya.

Penerima manfaat nantinya akan mendapatkan Rp 2,4 juta, yang diberikan 2 kali selama 3 bulan kedepan. Dan sesuai jadwal dalam peraturan tersebut, pemerintah menargetkan bulan Desember 2020 semua pekerja telah menerima bantuan itu, termasuk pekerja di Sumbawa Barat.  

Ia membeberkan, sejauh ini pihaknya tengah menunggu konfirmasi dari pihak HRD sejumlah perusahaan di Sumbawa Barat, agar dapat mendaftarkan pekerjanya di program tersebut. Agar sedikit tidak dapat membantu pemulihan ekonomi pekerja.

“sudah cukup banyak yang terdaftar, insyallah akan terus bertambah. Tetapi memang kami juga tengah mencocok datanya dengan BPJS ketenagakerjaan. Sehingga semua tahapan atau penerima bantuan tepat sasaran.” Demikian, Tohir. (Rival. Arki Radio)

Related posts

Mustakim Patawari Siap Tantang Petahana di Pilkada KSB

ArkiFM Friendly Radio

Pemda KSB Telah Alokasikan Rp 10 Milyar Untuk Bedah Rumah

ArkiFM Friendly Radio

SBSI Trakindo: Proses Verifikasi Karyawan Harus Cepat

ArkiFM Friendly Radio