ARKIFM NEWS

Tahun Ini, Investor Bangun Infrastruktur di Gili Kalong

Foto: Mars Anugerainsyah.

Sumbawa Barat. Radio Arki – Investor asal Swedia yang akan berinvestasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), semakin menunjukkan keseriusannya. Setelah sebelumnya pihak investor mengecek lokasi dan menggelar rakor bersama Pemda KSB, dalam waktu dekat juga proses pembangunan infrastruktur di Gili Kalong dimulai.

“Sesuai masterplan, untuk tahun 2021 ini mereka (investor) akan membangun satu bangunan meeting room yang lengkap. Selain itu juga, akan ada pembangunan 6 sampai 10 unit villa,” beber Sekretaris Bappeda dan Litbang KSB, Mars Anugerainsyah, S.Hut.,M.Si, kepada arkifm.com belum lama ini.  

Dijelaskan, konsep besar pengembangan pariwisata di Gili Kalong adalah ekowisata berbasis lingkungan. Dimana dalam point masterplan-nya akan dibangun villa, bungalow, hotel, ruang pertemuan, lapangan golf, yang semuanya berwawasan lingkungan. Selain itu juga, akan ada pusat kesehatan untuk para wisatawan.

“Jadi ada itu di pasar mereka, dimana orang yang berobat tidak hanya di Rumah Sakit, tapi juga di pusat layanan kesehatan yang mereka juga bisa sekaligus berlibur,” jelasnya.

Dengan mulainya dibangun infrastruktur di Gili Kalong tahun ini, sambungnya, maka akan sekaligus menjawab keraguan masyarakat akan keseriusan investor berinvestasi di Sumbawa Barat.

“Bupati menantang pihak investor dengan membuktikan keseriusannya membangun terlebih dahulu, sembari dilengkapi perijinan teknisnya. Pemegang saham PT Gili Kalong, Nicolas Adler pun menyanggupi itu,” tutur Rein, sapaan akrab Sekretaris Bappeda.

Saat ini, kata Rein, Pemda KSB telah membentuk tim yang akan membantu investor melakukan identifikasi kendala yang bisa dibantu oleh pemerintah daerah. Seperti IMB, serta Ijin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) dari Gubernur yang belum keluar. Meski demikian, pihak investor sudah menyusun RPKPH, disain tapak dan sebagainya sebagai bentuk keseriusannya.

“Kita bantu komunikasi dan Pemerintah Provinsi siap mensupport, bahkan membantu mempercepat perizinannya,” ungkapnya.

Selain mengurus IUPJL, ijin Hak Guna Bangunan (HGB) juga sedang berproses. Bahkan dari BPN mengarahkan agar terlebih dahulu mengajukan Hak Pengelolaan Lingkungan (HPL), sebelum HGB dikeluarkan.

“Intinya semuanya sekarang sedang berjalan. Kita berharap kedepan tidak ada kendala, sehingga memudahkan investor untuk berinvestasi di KSB,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur PT. Gili Kalong Lestari, Nicolas Adler, di hadapan Pemerintah Daerah KSB menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kawasan Gili Kalong, Kecamatan Poto Tano tersebut.

“Kami merasa inilah saat yang tepat untuk memulai. Langkah ini kami ambil, karena adanya kepastian pembangunan bandara di Kiantar Sumbawa Barat Trima kasih,” tandasnya. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Menghadapi UN, Ini Cara Wakil Bupati Sumbawa Barat Memotivasi Siswa

Selain Program Fisik, Satgas TMMD Lotim Gelar Penyuluhan

ArkiFM Friendly Radio

Kapolres Dompu Penuhi Janji Tatap Muka dengan Keluarga Almahrum Iskandar

ArkiFM Friendly Radio