ARKIFM NEWS

‘Anjing Gila’ di KSB Positif Rabies, Pemda KSB Keluarkan Surat Edaran

Foto: Ilustrasi.

Sumbawa Barat. Radio Arki – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), telah menerima hasil pemeriksaan laboratorium terkait sample ‘anjing gila’ yang menggigit warga dalam tiga hari terakhir. “Hasil laboratorium yang di bawah ke Denpasar telah keluar sore tadi. Hasilnya terkonfirmasi positif rabies,” kata Sekretaris Daerah Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, ST.,M.Si, dalam forum YASINAN, Kamis malam (31/3).

Kasus ‘anjing gila’ yang menggigit warga Sumbawa Barat tiga hari terakhir, cukup meresahkan. Tercatat, sudah 20 orang tergigit yang tersebar di kecamatan Taliwang dan Brang Rea pada hari pertama dan kedua kasus ‘anjing gila’ merebak. “Korban ‘Anjing Gila’ langsung disuntik anti rabies dan tetap dalam pantauan petugas kesehatan di Puskesmas,” kata Sekda.

Kejadian tersebut memang baru pertama terjadi di KSB. Meski demikian, Pemerintah Daerah telah mengambil langkah serius dalam mengantisipasi kasus rabies meluas. Mulai dari melalukan sweeping anjing liar, vaksinasi rabies, hingga mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dan pencegahan ke semua Pemerintah Kecamatan, untuk diteruskan ke desa dan kelurahan.

“Dalam surat edaran tersebut, kami meminta yang merasa memelihara anjing agar mengkarantina hewan peliharaannya selama 12 hari. Hewan tersebut kami minta agar divaksin oleh petugas dari Puskeswan. Jika tidak ada petugas Puskeswan di Kecamatannya, bisa juga menyampaikan ke penyuluh pertanian dan peternakan untuk diteruskan ke petugas yang berwenang,” urainya.

Berbagai upaya akan terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah terkait penanganan hewan rabies ini. Untuk mendukung upaya tersebut, semua Puskesmas dijadikan posko penanganan rabies dengan ketersediaan vaksin yang cukup. Selain itu juga, setiap kecamatan ada kader siaga rabies (KASIRA), yang dibantu oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas.

“Tugas KASIRA nanti akan diperkuat oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan agen PDPGR dalam membantu menyebarkan informasi terkait penanganan dan penceganan hewan rabies. Informasi ini akan terus disebarluaskan, disamping penyebaran informasi melalui tempat tempat ibadah. Dengan harapan, masyarakat juga bisa lebih pro aktif ketika mengetahui informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut,” tukas Sekretaris Daerah. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Sopir Bemo Kecewa Janji Politik Walkot Mataram Tidak Direalisasi

ArkiFM Friendly Radio

DPRD KSB Cek Kualitas Pekerjaan Perkuatan Tebing Sungai Brang Rea

ArkiFM Friendly Radio

Pemda KSB Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Bapak Malik Salim