ARKIFM NEWS

Bakesbangpol KSB Gelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental

Sumbawa Barat. Radio Arki – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar kegiatan sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), di Ruang Sidang Setda, Selasa (1/11).

Kegiatan yang mengangkat tema “Melalui gerakan nasional revolusi mental, kita bangun KSB baik yang berlandasan gotong royong menuju Indonesia emas 2045” tersebut, melibatkan perwakilan Kodim 1628 KSB dan Kesbangpol Provinsi NTB sebagai narasumber.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten I Setda KSB, Drs Mulyadi, Kesbangpol NTB Drs Muhammad Yusuf, Kasdim 1628 Mayor Inf Dahlan, S.Sos, Kepala Bakesbangpol KSB Suharno, S.Sos, Peserta sosialisasi dari setiap Desa Se KSB.

Gagasan revolusi mental pertama kali digagas oleh Presiden RI pertama Soekarno pada peringatan Hari Kemerdekaan RI Pada tanggal 17 Agustus 1956, karena melihat saat itu revolusi nasional sedang mandek padahal revolusi kemerdekaan Indonesia seutuhnya belum tercapai.

Sementara revolusi di jaman perjuangan kemerdekaan adalah sebuah perjuangan fisik perang melawan penjajah dengan sekutunya. Untuk itu harus dilakukan revolusi dalam arti yang berbeda, bukan lagi mengangkat senjata namun bagaimana membangun jiwa bangsa,” kata Kepala Bakesbangpol KSB, Suharno.

Hal senada juga disampaikan Kasdim 1628, Dahlan, S.Sos. Dia mengatakan bahwa saat ini gagasan revolusi mental kembali digaungkan Presiden Jokowi. Dijelaskan, bahwa jiwa bangsa yang terpenting adalah jiwa yang merdeka yang bebas untuk meraih kemajuan.

“Apalagi bangsa ini dihadapkan pada beberapa problem, diantaranya merosot wibawa negara, merebak intolernasi, melemahnya sendi sendi perekonomian nasional. Dan hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan sumber daya manusia indonesia yang berkarakter, berintegritas, pekerja keras, semangat dan gotong royong,” urai Kasdim.

Melalui revolusi mental pula, sambung dia, maka akan mengubah cara pandang, pola pikir dan cara kerja agar berorientasi pada kemajuan, sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa lain.

“Ketika revolusi mental bisa kita lakukan, maka optimis kita dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikarir secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan yang kuat melalui pembentukan manusia baru yang unggul,” tandas Kasdim. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Ketidakjelasan Sistem Rekrutmen Dinilai Penyebab Adanya ‘Penyelundupan’ Tenaga Kerja Luar  

ArkiFM Friendly Radio

Sah! Firin Fud Mendaftar di KPU

ArkiFM Friendly Radio

Community Numadi Gelar Gebyar SRC Untuk Recovery Lombok Sumbawa

ArkiFM Friendly Radio