ARKIFM NEWS

Bidang Penataan Ruang PUPRPP KSB Tuntaskan 4 Dokumen Perencaaan Pengembangan

“Dinas Pekerjaan Umum di Sumbawa Barat belum lama telah diubah menjadi Dinas Pekerjaan Penataan Ruang Pemukiman Dan Perumahan (PUPRPP). Ada banyak agenda strategis yang terus dikebut agar percepatan pembangunan di KSB terus berkelanjutan.”

Sumbawa Barat. Radio Arki- Berbagai agenda yang menjadi tugas atau kewenangan dinas PUPRPP KSB terus dikejar. Hal itu pasalnya perlu dilakukan untuk dapat mempercepat pengembangan berbagai kawasan strategis di Sumbawa Barat. Dan dalam tahun 2017 saja, bidang PUPRPP telah berhasil menuntaskan 4 dokumen perencanaan pengembangan dan perencanaan kawasan.

Demikian diungkapkan kepala Bidang Penataan Ruang pada dinas PUPRPP KSB, Arif Rahman, kepada www.arkifm.com  21 Desember 2017 lalu.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPRPP Sumbawa Barat, Arif Rahman. (Sumber : arkifm.com, doc)

“ini dulunya memang tugas BAPPEDA. Tetapi sekarang sudah menjadi tugas PUPRPP, khususnya penataan ruang. Maka dari itu, kami coba melihat berbagai kebutuhan paling mendesak.” Ujarnya.

Empat dokumen itu diantaranya adalah Dokumen perencanaan rincian tata ruang (RTR) Kawasan Startegis Kertasari, RTR Kecamatan Sekongkang, Rencana Bangun Dan Lingkungan (RTBL) Poto Tano dan RTBL Maluk. Termasuk juga dokumen Detail Engineering Design (DED) Penataan Bangunan Dan Lingkungan Poto Tano.

“semuanya alhamdulillah tuntas. Bentuknya memang berupa naskah akademik dan rancangan  Perda. Dan dokumen tentu nanti akan jadi rujukan untuk pengembangan secara teknis.” Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Tata Ruang, Dinica Arie Suprapto, M.Eng membeberkan, selain berbagai program tadi, bidang Penataan Ruang pada dinas PUPRPP kabupaten Sumbawa Barat melakukan program pengambilan titik ground control point (CGP) dan Independen Control Point (ICP).  Dan hal itu, katanya masih juga menjadi bagian penyusunan RTR. Karena dalam penyusunan Perda berbagai dokumen itu juga akan menjadi bagian yang termuat dalam bentuk peta.

“sebenarnya ini dulu program waktu masuk di Bappeda. Tetapi karena sudah dialihkan ke kami (PUPRPP). Maka ini jadi tugas kami, dan kemarin pengambilan titik CGP itu dilaksanakan di 5 titik.”Pungkas Dini, demikian ia akarab disapa. (Unang Silatang/Advertorial.Radio Arki)

 

Related posts

Curi Printer, Pelajar Di Taliwang Ini Dibekuk Polisi

ArkiFM Friendly Radio

Polres KSB Masih Dalami Dugaan Praktek Pungli Oknum Kades

ArkiFM Friendly Radio

Danrem Buka Latihan Posko Penanganan Bencana Alam di KSB

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment