Sumbawa Barat. Radio Arki – Kesempatan meraih pendidikan di kampus-kampus terbaik dunia kini dinilai semakin terbuka bagi generasi muda daerah.
Melalui kegiatan Sharing Session bertajuk “Unlock Your Global Future: Strategi Meraih Beasiswa S1 & S2 Luar Negeri”, puluhan anak muda diajak berhenti menunda mimpi dan mulai menyusun langkah konkret untuk berburu beasiswa internasional.
Kegiatan yang digelar secara hybrid di Botabean Coffee House Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi forum pertama di daerah tersebut yang menghubungkan langsung penerima beasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri dengan peserta di Indonesia melalui diskusi lintas benua.

CEO Botabean Coffee House, Reza Maulana, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keyakinan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari ruang diskusi yang sederhana.
“Kami percaya, ide-ide besar sering kali lahir dari percakapan sederhana, dan mimpi-mimpi besar berawal dari keberanian untuk mengambil langkah pertama,” kata Reza saat membuka kegiatan, Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia berharap Botabean Coffee House tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar, bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi bagi anak-anak muda di Sumbawa Barat.

“Harapan kami, Botabean bisa menjadi ruang untuk bercerita, bertumbuh, dan membangun lingkungan yang inklusif, tempat orang-orang dapat saling belajar, berbagi ide, dan membangun kolaborasi,” ujarnya.
Diskusi menghadirkan dua narasumber yang tengah menempuh pendidikan di Monash University, Australia.
Narasumber pertama adalah Velda Elvia, penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang saat ini menjalani studi S1 Biomedical Science.
Dalam pemaparannya, Velda menceritakan proses panjang yang dilalui hingga berhasil memperoleh beasiswa sejak jenjang sarjana.
Ia membagikan pengalaman mulai dari membangun prestasi sejak duduk di bangku sekolah, mempersiapkan berbagai persyaratan akademik maupun nonakademik, hingga beradaptasi menjalani kehidupan sebagai mahasiswa internasional sebelum genap berusia 18 tahun.

Sementara itu, Nina Septi Wardani, putri asal Kabupaten Sumbawa Barat yang berhasil meraih Australia Awards Scholarship (AAS), berbagi pengalaman menempuh pendidikan Magister (Master of Advanced Nursing) di Monash University.
Nina menjelaskan perjalanan yang ditempuh hingga berhasil lolos salah satu program beasiswa paling kompetitif yang didanai Pemerintah Australia.
Ia juga mengulas pentingnya pengalaman kerja, kemampuan bahasa Inggris, serta konsistensi membangun rekam jejak sebelum mendaftar beasiswa.
Kedua narasumber mengupas secara rinci peta jalan atau roadmap meraih beasiswa luar negeri, mulai dari persiapan sejak sekolah, masa kuliah, hingga setelah memasuki dunia kerja.

Mereka juga membagikan strategi menghadapi proses seleksi, menyusun dokumen aplikasi yang kuat, serta berbagai kesalahan yang kerap menyebabkan pelamar gagal memperoleh beasiswa.
Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana peserta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai peluang studi di luar negeri.
Kegiatan ditutup oleh Pembina Komunitas Bale Para yang juga menjabat Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Merliza, S.Sos.I., M.M.
Politisi muda Sumbawa Barat itu mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara Bale Para, Botabean Coffee House, dan para penerima beasiswa luar negeri.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan generasi muda mengenai peluang pendidikan global, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri bahwa anak-anak daerah mampu bersaing di tingkat internasional.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai jembatan yang menghubungkan pemuda Sumbawa Barat dengan berbagai kesempatan pendidikan di luar negeri.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 67 peserta mendaftar, tidak hanya berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, tetapi juga dari Kabupaten Sumbawa, sejumlah wilayah di Pulau Lombok, Maluku, hingga Pulau Jawa.
Peserta yang mengikuti kegiatan pun berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga kalangan profesional yang tengah mempersiapkan studi lanjut.
Tingginya minat tersebut menunjukkan kebutuhan akan akses informasi mengenai beasiswa internasional masih sangat besar, khususnya bagi generasi muda yang tinggal di luar kota-kota besar. (Admin02.RadioArki)
