ARKIFM

Kontribusi AMNT dalam Penanganan Covid-19 Dipertanyakan


Sumbawa Barat. Radio Arki – Kontribusi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), dalam membantu pemerintah menangani wabah virus corona atau Covid-19 dipertanyakan. Pihak management PT. AMNT yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu siang (1/4), mendapat pertanyaan, masukan, sekaligus kritikan dari anggota DPRD KSB.

Ketua Komisi I, Amiruddin, SE meminta pihak PT. AMNT selaku perusahaan tambang terbesar di NTB yang berada di KSB, agar turun langsung ke masyarakat. Menurut Embeng, sapaan akrab Amiruddin, PT. AMNT kurang sensitif dalam melihat kegelisahan yang ada di tengah tengah masyarakat, khususnya dalam merebaknya wabah virus corona atau Covid-19.  

“Saya tidak mengerti procedural managemennya seperti apa, kok ketimpangan antara NNT dan AMNT dalam menanggapi persoalan yang ada sangat jauh. Sesitfitasnya juga sangat jauh. PT. NNT sangat perduli dengan apa yang terjadi di tengah masyarakat, jangankan yang berkaitan dengan nyawa, ada sedikit aja persoalan pasti langsung dieksekusi”, cetusnya.

Pihak perusahaan, lanjut Embeng, merupakan mitra pemerintah dan pemerintah memiliki sekian ribu rakyatnya. Oleh karenanya, pihak perusahaan harus maksimal membantu pemerintah, karena ada hak rakyat dalam CSR yang diatur oleh Undang Undang.   

“Perusahaan jangan menahan nahan membantu rakyat, bila perlu dimuntahkan saja ke rakyat CSRnya, bahkan kalau kurang CSRnya itu ditambah. Jangan seperti saat ini, dengan galaunya rakyat apa sih yang dilakukan perusahaan dalam upaya penanganan Covid-19 ?”, tanya Embeng.

Kritikan juga disampaikan oleh sekretaris Komisi I, Muhammad Hatta. Hatta menyayangkan pihak perusahaan yang diwakili oleh Wudi Raharjo tidak bisa menjelaskan apa yang sudah digerakkan oleh perusahaan dalam membantu penanganan Covid-19. Hal seperti ini, menurut Hatta, harus dikonsolidasikan oleh perusahaan, agar ada langkah kongkrit untuk membantu warga KSB sebagai Kabupaten penghasil.

“AMNT perlu melakukan tindakan nyata. Di Talonang saja ada posko kita, apakah ada AMNT bergerak membari bantuan ?. Hal ini sangat sangat memprihatinkan. Bantulah mereka yang berjuang disana, minimal satu dus air lah”, tegas Hatta.

Sementara itu, Wudi Raharjo selaku General Manager Operasional (GMO), Proses perkembangan corona virus atau Covid-19 sangat cepat dan semua orang mencoba mengantisipasi dan menyesuaikan. Baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah maupun pihak perusahaan juga menyesuaikan. Berbagai APD mengalami kelangkaan misalnya, masker yang diproduksi di Jombang tidak mudah didapatkan, karena ada karena pemerintah Provinsi Jatim juga meminta untuk memprioritaskna kebutuhan warga Jatim. Belum lagi APD yang ingin didatangkan dari Jerman, tidak bisa diimpor karena Pemerintah Jerman memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

“Inilah kendala kendala yang kami hadapi, tapi bukan berarti kami beralasan. Meski demikian, saat ini juga kami sedang menginisiasi membuat masker sendiri sebanyak 10.000 untuk dibagikan kepada siapa yang membutuhkan”, ujar Wudi Raharjo.

Selain itu, sambung Wudi, PT.AMNT juga telah melakukan berbagai upaya, seperti memberikan edukasi kepada masyarakat dan karyawan, agar masyarakat tidak boleh melakukan perjalanan jika tidak penting sekali. Kemudian kalau ada orang yang merasa melakukan perjalanan dari daerah terjangkit, harus melakukan isolasi mandiri.

“Dari awal kita edukasi baik itu karyawan, maupun masyarakat di sekitar tambang. Disini sudah dilakukan, terkahir dilakukan di Maluk dan jereweh. Itulah pertahanan yang harus dilakukan”, terangnya.

Terakhir, menjawab pertanyaan Muhammad Hatta, terkait tidak bisa menjelaskan apa yang sudah digerakkan oleh perusahaan dalam membantu penanganan Covid-19. Wudi berdalih undangan yang diterima managemen berkaitan dengan pengendalian Covid-19 keapda Karyawan.

“Jadi saya dapat undangan RDP ini terkait hubungannya pengendalian covid-19 mengatur pergerakan karyawan. Jadi, bukan berarti tidak bisa menjawab itu, tapi nanti kami bisa sampaikan”, Kata Wudi. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Kualitas Lingkungan Buruk Jadi Sebab Meningkatnya DBD di KSB

ArkiFM Friendly Radio

Pemda KSB Harus Dorong Perusahaan Siapkan Pelatihan Ketenagakerjaan

ArkiFM Friendly Radio

Pasien Komplain, Pelayanan Puskesmas Taliwang Dinilai Buruk

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment