ARTIKEL

Sekolah di KSB tidak Menarik?

Sumber Foto : Papudaengoyang.

Tulisan sebelumnya, saya sudah sampaikan data BPS tentang angka pengangguran di KSB yang naik menjadi 5,52% (thn 2019). Sialnya, angka itu didominasi oleh pendidikan menengah (khususnya SMP). Sebegitu rendahkah minat Masyarakat Pariri Lema Bariri dalam melanjutkan pendidikan? tunggu dulu! kita harus lihat bagaimana data yang tersedia.

Dari website kemendikbud.go.id, kita bisa melihat bagaimana Angka Partisipasi Murni (APM) sekolah di Kab.Sumbawa Barat. APM adalah persentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya dibandingkan jumlah seluruh anak pada kelompok usia tersebut.misalnya jika ada 100 anak usia SD di suatu daerah, dan yang sekolah hanya 20 orang maka APM nya adalah 20%.

Bagaimana dengan APM di KSB?

Di KSB, APM SMA tertinggi diperoleh pada tahun 2013 yaitu 80,5%. hingga tahun 2019 tidak bisa kembali lagi, bahkan turun menjadi 60,96%. Sedihnya, APM SMA tahun 2019 ini bahkan berada di bawah APM  SMA th. 2011 yaitu 70,49%. dan hanya bergeser sedikit dari APM SMA  th.2015 yaitu 60,26%. Jadi tidak mengherankan ketika Dominasi pencari kerja th.2019 dari tamatan SMP, karena minat melanjutkan sekolah ke tingkat menengah semakin menurun.

Foto : Perkembangan APK & APM.

Bagaimana dengan pencari kerja yang tamatan SD? sejalan dengan itu, APM SMP di tahun 2019 terjun bebas menjadi 52,9%. APM tertinggi diraih pada th.2017 yaitu 70,13%. Mirisnya sebagaimana APM SMA yang turun, APM SMP th.2019 bahkan berada di bawah APM SMP th.2011 yaitu 55,93%.

Membaca data tersebut, muncul tanda tanya besar, Benarkah Sekolah-sekolah di tana pariri lema bariri ini tidak menarik minat sekolah Masyarakat? Atau perlukah kita curigai pelayanan pendidikan di daerah kita? Wallahualam.  Karena kita masih butuh kajian mendalam tentang apa-apa saja faktor penyebab menurunnya partisipasi sekolah di KSB. Semua harus berbasis data bukan!

Bukan menyalahkan siapapun apalagi mencari “Domba Hitam”. Namun Masyarakat harus menjadikan ini sebagai perhatian. Memacu anak-anak agar terus melanjutkan pendidikan. Sedangkan Pemerintah harus lebih kreatif memompa semangat dan motivasi sekolah masyarakat. Jika ini dibiarkan, IPM KSB bisa jadi merosot dan pengangguran semakin menganga. Bahkan kriminalitas dan kejahatan akan semakin tak terbendung. Bukankah kita perlu Sedia Payung Sebelum Hujan?

Semoga ini bisa menjadi perhatian serius pemimpin kita ke depan. dan kita bisa bahu membahu dan bersinergi membangun tana Pariri Lema Bariri ini.

Penulis: Samsun Hidayat (Ketua LATS Desa Sekongkang Atas dan Assesor BAN S/M NTB)

Related posts

Catatan Perlawanan Anak Petani (1)

ArkiFM Friendly Radio

Guru Profesi yang Tak Direstui

ArkiFM Friendly Radio

IPM SUMBAWA BARAT MELOMPAT KE LEVEL TINGGI

ArkiFM Friendly Radio