ARKIFM NEWS

Warga Tepas Sepakat Blokade Truk dan Karyawan ke Bintang Bano

Foto: Warga saat memblokade karyawan dan angkutan material yang melintasi Desa Tepas Sepakat. (Ist)

Sumbawa Barat. Radio Arki – Puluhan warga Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea melakukan aksi blokade berupa penghadangan truk material yang menuju areal project pembangunan bendungan Bintang Bano. Tak hanya penghadangan truck angkutan, warga juga melakukan blokade bagi karyawan yang berangkat kerja.

Tindakan tersebut diambil warga, sebagai bentuk kekecewaan warga Tepas Sepakat atas permintaan kepada perusaahaan (PT. Brantas Abipraya, PT. Hutama Karya, PT. Bahagia Bangunnusa, red) selaku tiga perusahaan kerjasama operasi, terkait permohonan bantuan untuk pembangunan masjid di Desa Tepas Sepakat.

Pantauan media ini di lapangan, puluhan karyawan tidak bisa lewat ke areal pembangunan bendungan Bintang Bano. Kendaraan karyawan dan kendaraan angkutan umum yang digunakan mengangkut material kemudian dikumpulkan di lapangan sepak bola.

Salah seorang inisioator aksi, Andi Laweng yang turun bersama puluhan warga Tepas Sepakat, mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak managemen perusahaan yang menutup mata atas kepentingan masyarakat membangun masjid di Dusun Bage Aji Desa Tepas Sepakat.

Foto: Beberapa kendaraan angkutan dam kendaraan karyawan di parkir di Lapangan Tepas Sepakat. (Ist)

“Sangat disayangkan sikap perusahaan yang tidak punya nurani seperti ini. Langkah memblokade kendaraan dan karyawan Bintang Bano adalah aksi spontanitas semua elemen masyarakat, yang merasa tersinggung dengan adanya surat balasan kalau warga tidak bisa dibantu sampai batas waktu yang tidak ditentukan”, tegas Andi Laweng.

Andi Laweng menegaskan, tuntutan waktu penyelesaian masjid di musim hujan, membuat warga melakukan berbagai upaya percepatan. Termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, untuk berkomunikasi dengan perusahaan di Bintang Bano. Namun, justeru balasan surat dari perusahaan terkesan membodohi masyarakat.

“Kami minta perusahaan ini bijak, karena ini untuk kepentingan umum. Mustahil gak ada CSR untuk masjid, padal material untuk pembangunan bendungan Bintang Bano diambil dari Desa Tepas Sepakat”, tegas Andi Laweng.

Sementara itu, Kepala Desa Tepas Sepakat, Khairuddin yang berada di lokasi blokade karyawan dan angkutan material mengungkapkan bahwa, pihaknya telah menerima surat dari tiga perusahaan kerjasama operasi (KSO) di lokasi pembangunan bendungan Bintang Bano.

Foto: Surat perusahaan kepada Pemdes Tepas Sepakat, yang memicu reaksi blokade warga. (Ist).

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa, perusahaan tidak bisa membantu warga lantaran ketersediaan meterial beton yang belum mencukupi untuk pengerjaan progress yang ada. Selain itu, adanya keterbatasan alat seperti truck mixer dan conceret pump. Ditambah lagi perusahaan tengah melakukan percepatan progress pelerjaan hingga bulan juni 2021.

“Sangat kita sayangkan keputusan perusahaan yang seperti ini. Dan ini memicu reaksi masyarakat. Meski aksi blokade terus berlangsung, saya terus ingatkan kepada warga agar tetap tertib dan tidak anarkis. Sembari menunggu keputusan perusahaan untuk memenuhi apa yang menjadi aspirasi masyarakat”, tandas Ikas, sapaan akrab Kades Tepas Sepakat.

Hingga berita ini di terbitkan, puluhan warga yang terdiri dari hukum masjid, Pemerintah Desa Tepas Sepakat, BPD, anggota DPRD KSB Kondi Pranata, dan warga setempat, masih berada dilokasi blokade. Kasi Intel Kejari KSB, I Negah Ardika coba memediasikan persoalan tersebut, namun hingga saat ini belum mendapatkan titik tetang. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Cagub NTB Diberikan Kesempatan Sosialisasi Di Forum Yasinan

ArkiFM Friendly Radio

Dituding Lakukan Penggelapan dan Penipuan, Oknum Bacaleg Dipolisikan

Wisata Sesaot dan Aiq Nyet Ditutup

ArkiFM Friendly Radio