ARKIFM NEWS

Dandim Sumbawa Pantau Distribusi Bantuan Untuk Pembangunan Jembatan di Alor

Foto: Dandim 1607 saat memantau pendistribusian bantuan. (Ist)

Sumbawa. Radio Arki – Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Rudi Kurniawan S.Sos MTr (Han) terjun langsung memastikan pendistribusian bantuan Bronjong untuk pembangunan jembatan Bukapiting 3 di Kabupaten Alor NTT berjalan lancar, Jumat (23/4) sekitar pukul 22.00 WITA.

Bantuan Bronjong tersebut dikirimkan melalui kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumbawa & dikawal oleh Personel Kodim 1607/Sumbawa bersama Subdenpom Sumbawa menuju Bima kemudian akan dikirim ke Alor NTT untuk perbaikan jembatan yang rusak karena bencana banjir beberapa waktu lalu.

“Pengangkutan dan distribusi bronjong ini akan dikawal ketat oleh rombongan pengamanan dan pengawalan menuju Bima,” ungkap Dandim yang didampingi Kasdim 1607/Sumbawa, Mayor Inf Achmad Nurodin, S.Sos, Jumat.

Pendistribusian juga dihadiri oleh Dansub Denpom Sumbawa Kapten CPM Guntur Wiyono, Pasiter Kodim Sumbawa Lettu Inf Bambang Irawan, dan Danunit Intel Kodim Sumbawa Letda Inf Martiam.



Foto: Proses pengiriman dari Sumbawa. (Ist)

Rombongan pengawalan yaitu Unit Intel Kodim1607/SBW dan Satu mobil Patwal Sub Denpom Sumbawa di posisi depan mengawal satu Dump Truck dan dua truk kayu Cold Diesel.

Sebelumnya, banjir bandang yang melanda Flores Timur (Flotim) pada Minggu Dini hari, (4/4/2021) telah menyebabkan lima jembatan putus. Tidak hanya jembatan, banjir juga menyebabkan rumah warga rusak tertimbun lumpur.

Salah satu Kabupaten yang terdampak yaitu Alor, Nusa Tenggara Timur. Banjir yang terjadi di daerah tersebut mengakibatkan beberapa jembatan yang diakses warga terputus.

Jembatan Taramana yang berlokasi di Kampung Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL) terputus akibat arus banjir yang sangat deras.

Jembatan yang berada di ruas jalan negara itu menghubungkan Bukapiting, ATL dan Maritaing, Kecamatan Alor Timur.

Ada pun wilayah yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Juru bicara pemerintah Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, ratusan ribu rumah dan fasilitas umum yang rusak itu berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari 18 kabupaten dan satu kota.

Rinciannya, dari total 126.459 bangunan yang rusak itu, 63.916 unit di antaranya rumah penduduk. Sedangkan 62.543 unit merupakan fasilitas umum. (Red. Radio Arki)

Related posts

823 Maba UNW Mataram, Ikuti Pekan Risalah dan Ta’aruf Mahasiswa

ArkiFM Friendly Radio

Gandeng Lintas Stakeholder, Kodim KSB Perkuat Komunikasi Sosial

ArkiFM Friendly Radio

Begini Tanggapan Bupati Terkait Tuntutan Hipmasbar Soal Beasiswa

ArkiFM Friendly Radio