ARKIFM NEWS

Hasil Memuaskan, Aset dan Pengelolaan PAMSIMAS III dan KOTAKU Diserahterimakan

Sumbawa Barat. Radio Arki – Aset dan pengelolaan program nasional tahun 2021 yaitu, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS III) dan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) diserahterimakan kepada Pemerintah Desa dan masyarakat, di Aula Hanipati Resto, Selasa (7/12).

Penyerahan aset dan pengelolaan program PAMSIMAS III dan KOTAKU, disaksikan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musayfirin, MM, Sekda Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, ST.,M.Si, Kadis PUPRPP KSB, Syahril, ST dan Kepala Satker BPPW NTB, Lely Apriani, ST.,MT.

Usai penyerahan asset secara simbolis, Kepala Satker BPPW NTB, Lely Apriani, ST.,MT mengatakan, menyampaikan kekagumannya atas hasil yang memuaskan dalam program PAMSIMAS III yang dikerjakan di 8 desa, yakni Desa Sekongkang atas, Desa Kalimantong, Desa Manemeng, Desa Seteluk Atas, Desa Dasan Anyar, Desa Tepas Sepakat, Desa Tapir dan Desa Sermong. Sementara untuk Program KOTAKU dikerjakan di Kelurahan Arab Kenangan.

“Kami sudah meninjau Program KOTAKU di Kelurahan Arab Kenangan dan kami sangat puas terhadap hasil di lapangan. Terasa sekali kekompakannya, dengan anggaran 1 Milliar bisa dikolaborasikan dengan berbagai pihak, sehingga hasilnya maksimal,” ungkap Lely

Sementara untuk program PAMSIMAS III, Lely mengatakan bahwa, pamsimas merupakan program peningkatan akses dan kualitas penyediaan air minum dan sarana sanitasi yang layak bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Dimana di KSB sendiri telah berjalan selama 5 tahun sejak 2016 hingga 2021, serta menjangkau 45 desa dari 8 kecamatan.

Foto: Penyerahan Asset dan pemgelolaan PAMSIMAS III.

“Untuk program PAMSIMAS ini, dilaksanakan secara pemberdayaan masyarakat juga. Mengingat air minum merupakan kebutuhan, yang harapannya kedepan terus kita jaga bersama sama keberlanjutannya,” jelas Lely, sembari memberikan apresiasi kepada Desa Sekongkang Bawah atas prestasinya sebagai salah satu KPSPAMS terbaik di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM mengungkapkan bahwa program PAMSIMAS dan KOTAKU, sangat erat kaitannya dengan program Pemerintah Daerah, yakni Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Suksesnya kedua program nasional itu di KSB, akan mempertahankan keberlangsungan KSB sebagai satu satunya daerah yang tuntas penerapan 5 Pilar STBM.

“Kalau ada program sanitasi di KSB, pasti berjalan lancar dan maksimal, karena sejalan dengan program STBM. Lihat saja misalnya ketika kita masuk ke Seteluk. Sekarang gang gang sudah ada sumur resapannya, sebagai implementasi dari pengelolaan limbah cair rumah tangga,” jelas H. Firin, sapaan akrabnya.

Dalam kegiatan itu, tidak lupa H. Firin menekankan terkait program PAMSIMAS III dan KOTAKU yang aset dan pengelolaannya telah diserahterimakan, untuk dijaga bersama keberalangsungannya, baik itu oleh Pemerintah Kelurahan dan desa, hingga masyarakat setempat.

“Saya juga meminta pemerintah untuk terbuka. Kerja kolaboratif hanya bisa kita dapatkan dari masyarakat jika pemerintah membuka diri dengan menerapkan prinsip kesetaraan. Karena selama ini, kita bisa mencapai penuntasakn 5 pilar STBM, karena kita kerja kolaboratif bersama semua stakeholder,” tandasnya. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Sentra IKM dan Pabrik Pupuk Organik Pariri Diresmikan

ArkiFM Friendly Radio

Asyiknya Pembalap MXGP Naik Cidomo di Sumbawa

Harlah KSB ke-18, KLA Gelar Festival Literasi Budaya

ArkiFM Friendly Radio