ARKIFM NEWS

Pasca Udara Tercemar, PT. Uniserv Penuhi Tanggung Jawab Sosial dan Kesehatan

Foto: Pihak PT. Uniserv saat meminta maaf kepada masyarakat setempat, sekaligus memberikan bingkisan.

Sumbawa Barat. Radio Arki – Pasca adanya asap dan debu kapur yang mengepul, pihak PT. Uniserv langsung melakukan pendekatan ke masyarakat setempat, setelah mendapatkan keluhan terkait adanya debu yang masuk ke sebagian perkampungan di Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk.

Pendekatan dilakukan, sebagai bentuk tanggung jawab social dan Kesehatan kepada masyarakat setempat, atas kejadian yang diluar kendali. Pihak perusahaan menggandeng Puskesmas Maluk, guna melakukan pengecekan kepada masyarakat.

“Kami sudah siapkan tenaga Kesehatan, karena kami tidak ingin Kesehatan masyarakat terganggu akan aktifitas perusahaan yang sebenarnya tidak diduga akan sedemikian dampaknya. Namun, masyarakat tidak mau dicek, dengan berbagai alasan karena situasi pandemi. Akhirnya kami menyediakan bingkisan sebagai bentuk permintaan maaf, sekaligus bentuk tanggung jawab social,” ucap Yoyo Soekaryono, Branch Manager PT. Uniserv kepada arkifm.com, Kamis (24/2).

Yoyo menjelaskan, asap dan debu yang mengepul terjadi, karena perusahaan sedang melakukan uji coba batu bara local asal Kalimantan selama 3 hari berturut turut. Uji coba batu bara local sebanyak 50 ton dilakukan, karena batubara import dari luar negeri cukup langkah.

Foto: Debu dan asap yang sebelumnya sempat beterbangan di area PT. Uniserv, kini sudah normal kembali.

“Kami di perusahaan juga terkejut melihat asap debu yang beterbangan. Ini betul-betul diluar dugaan kami. Akhirnya setelah 3 hari dicoba baru diberhentikan, karena mesin tidak bisa diberhentikan seketika dan memerlukan waktu,” jelas Yoyo.

Dengan adanya pencemaran udara, pihak perusahaan kata Yoyo akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, serta memikirkan solusi terbaik. Jika dimungkinkan, perusahaan akan mencari teknologi baru untuk menetralisir pencemaran.

“Kondisi yang seperti ini baru yang pertama terjadi. Sebagai perusahaan yang telah 20 tahun berinvestasi di Sumbawa Barat dan berkomitmen mencegah pencemaran lingkungan, kami meminta maaf yang sebesar besarnya kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah. Insyaallah kedepan, tidak akan terjadi hal yang demikian,” tukas Yoyo.


Hingga berita ini di-online-kan, kondisi debu yang sempat mengepul dan dikeluhkan warga setempat sejak hari Kamis hingga Sabtu, kini telah kembali steril seperti sedia kala. Tidak ada lagi asap yang mengepul dan debu yang beterbangan. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Nelayan Mengaku Melihat Penampakan Buaya di Pantai Balad

ArkiFM Friendly Radio

Kapolres Minta Publik Hidari Potensi Konflik Akibat Peralihan Saham PT Newmont Ke PT AMI   

ArkiFM Friendly Radio

Syukuran HUT Persit KCK Ke 73 Koorcab Rem 162 WB Dikemas Nuansa Kearifan Lokal

ArkiFM Friendly Radio