NEWS

Desa Mataiyang Optimis Juarai Lomba Posyandu PKK Provinsi NTB

Sumbawa Barat. Radio Arki – Desa Mataiyang kecamatan Brang Ene mengaku optimis dapat menjuarai perlombaaan posyandu tingkat priovinsi NTB, mengingat aktifitas keberadaan posyandu dan termasuk administrasi yang ada telah terpenuhi.

Suasan di Posyandu Kamboja desa Mataiyang saat sedang dinilai oleh tim penilai perlombaan posyandu NTB. (Sumber. radio Arki)

Demikian ditegaskan kepala desa Mataiyang, Khairul, kepada media ini usai menerima tim penilai lomba posyandu tingkat provinsi, jumat pagi (23/9) lalu, kepada media ini.  

“persyaratan dan aktifitas posyandu Kamboja (nama posyandu Mataiyang.red) sangat berperan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain itu pengentasan stunting juga menjadi bagian yang agenda dari posyandu,” bebernya.

“untuk mewakil Sumbawa Barat (kabupaten.red) saja bukanlah pekerjaan mudah. Jadi ketika sudah sampai disini, kami harus optimis dapat menjadi jaura dalam perlombaan ini.” Tegasnya.

Sebelumnya, dalam sambutan yang disampaikannya dalam penerimaan tim penilai perlombaan posyandu dari Provinsi, ia mengaku sangat bangga dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Karena untuk dapat mengikuti ajang tersebut, tidak lepas dari peran semua pihak. Baik itu elemen masyarat desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten.

Sementara itu, ketua tim penilai posyandu NTB, Dr. Ashari, menekankan kegiatan perlombaan posyandu itu adalah bagian dari pembinaan. Terutama dalam mendorong kesadaran warga tentang kesehatan ibu dan anak, termasuk juga tentang pengentasan stunting di desa.

Ketua Tim penilaian perlombaan posyandu NTB, Dr Ashari sedang menyampaikan sambutan. (Sumber: Radio Arki)

“angka stunting NTB sudah dalam posisi cukup rendah yaitu 14 persen, selanjutnya kita kejar untuk dapat menjadi zero stunting di tahun 2024. Untuk itulah program perlombaan ini dilakukan,” ujarnya.

Menanggapi ketua Tim penilai Provinsi NTB, Asisten 1 SekretariatDaerah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan, angka stunting di Sumbawa Barat adalah terendah di NTB. Untuk sampai kepada angka tersebut, keterlibatan semua pihak dalam program gotong royong merupakan kuncinya. Bahkan untuk mengentaskan Stunting, pemerintah kabupaten Sumbawa Barat tengah merencakan program inovasi pengentasan stunting.

“ ada programnya (pengentasan stunting), namanya KEBAS Stunting atau kepanjangan dari Keluarga Bahagia Bebas Stunting. Sekarang peraturannya sedang digodok. Dalam program ini nanti, perbankan dan perusahaan akan terhubung dengan posyandu dalam kaitan untuk mengoptimalkan fungsi posyandu. Jadi kita optimis KSB segera akan bebas dari stunting.” Tukasnya.

Dalam penilaian yang dilakukan oleh tim penilaian dari provinsi NTB, sejumlah unsur terlibat. Baik itu, Dinas Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak, Tenaga pendamping profesional kementerian desa Provinsi NTB, termasuk unsur lainnya. (Radio Arki. Iwenk)

Related posts

Pemdes Tepas Terima Pendampingan Administrasi dan Pembangunan dari Kejaksaan

ArkiFM Friendly Radio

10.000 PJUTS Akan Terpasang di KSB

ArkiFM Friendly Radio

Bupati KSB Masuk Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI – HPN 2022

ArkiFM Friendly Radio