NEWS

SISTEM AKREDITASI SEKOLAH: PENTINGKAH BAGI ORANG TUA?

Penulis : Sabariah, S.Pd.SD (Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Teknologi Sumbawa)

Menjadi orang tua tentu menginginkan adanya tempat terbaik dalam menjamin kualitas pendidikan anaknya, terutama sekolah. Dalam kaitan untuk mengukur kualitas sekolah dalam aturan perundang-undangan yaitu pada Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 terdapat Sistem Akreditasi Sekolah yang merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan.

Ketentuan tersebut juga diatas disebutkan secara terperinci di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2018 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal pada pasal 1, bahwa Akreditasi adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah, dan satuan pendidikan anak usia dini dan Pendidikan nonformal berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk memberikan penjaminan mutu pendidikan.

Selain menyebutkan tentang definisi dari sistem akreditasi sekolah, di dalam ketentuan itu juga dijelaskan tentang tujuan, yang diantaranya adalah 1) memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah yang dilaksanakan; 2) Memberikan pengakuan peringkat kelayakan; 3)memetakan mutu pendidikan mengacu pada standar nasional pendidikan; 4) memberikan pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Untuk memahami secara utuh tentang bagaimana urgensi sistem akreditasi sekolah, maka hal yang pokok perlu diketahui juga adalah manfaatnya. Berkaitan dengan manfaat dari Sistem Akreditasi sekolah, hal tersebut juga masih berada dalam ketentuan yang saya sebutkan diatas yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2018 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal. Dalam aturan ini disebutkan bahwa, manfaat dari sistem akreditasi sekolah adalah 1) acuan dalam upaya peningkatan mutu dan pengembangan sekolah/madrasah; 2) umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah/madrasah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program sekolah/madrasah; 3) motivasi agar sekolah/madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan   regional dan internasional; 4) informasi dan rekomendasi Pemerintah, pemerintah daerah, yayasan/lembaga pendidikan, maupun komite sekolah/madrasah dalam rangka perbaikan mutu sekolah.

Berdasarkan penjelasan secara singkat tentang Sistem Akreditasi Sekolah tersebut diatas,  pemerintah daerah khususnya dapat menjadikan hasil akreditasi sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Sementara bagi warga sekolah, terkhusus kepala sekolah/madrasah, hasil akreditasi diharapkan dapat dijadikan bahan informasi untuk pemetaan indikator kelayakan mutu sekolah/madrasah, kinerja warga sekolah/madrasah, termasuk kinerja kepala sekolah/madrasah selama periode kepemimpinannya. Kaitan dengan hasil dari akreditasi ini ada beberapa tingkatan hasil yang akan menjadi tingkatan penilaian, yaitu A (Unggul), B (Baik), atau C (Cukup Baik).

Sejauh mana pentingnya Sistem Akreditasi Sekolah Bagi Orang Tua?

Memperhatikan apa yang menjadi penjelasan diatas, tentang sistem akreditasi sekolah. Maka tentu sangat sulit untuk tidak mengatakan bahwa sistem akreditasi sekolah ini tidak penting, karena sebagai instumen yang memiliki tujuan untuk menilai kualitas mutu sekolah sudah pasti ini menjadi penting, begitupun pihak orang tua siswa sudah pasti menginginkan sebuah jaminan tentang pentingnya kualitas sekolah bagi anaknya.

Seperti dikutip Amin (2016:38) pada salah satu jurnal terkemuka di Universitas Negeri Surabaya, sekolah bermutu merupakan sebuah asumsi berpikir dengan mengedepankan filosofi mutu pendidikan bahwa mutu pendidikan dapat diangkat melalui manajemen pendidikan bermutu. Sekolah bermutu adalah sekolah yang memberikan pelayanan yang prima kepada clientnya (pengguna jasa). Sekolah bermutu memegang beberapa prinsip, satu diantaranya yakni out put bermutu baik dilihat dari prestasi belajar yang tinggi, nilai UN yang tinggi, sikap mental mencerminkan kepribadian yang bermoral, beretika dan berbudi pekerti luhur.

Kualitas mutu lembaga pendidikan menjadi sangat penting bukan hanya karena tentang persepsi dan sebagai garansi atau jaminan bagi orang tua, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengevaluasi bagaimana lembaga pendidikan ini memiliki keseriusan dalam menghasilkan output siswa yang berkualitas, dan termasuk didalamnya adalah sebagai promosi.  

Secara sederhana sistem akreditasi sekolah adalah standarisasi, dan dengan adanya standarisasi, maka akan ada banyak keuntungan didalamnya bagi siswa, karena kalau sekolah yang sudah diakreditasi, berarti standar dari sekolah tersebut dalam kegiatan belajar-mengajar telah terpenuhi. Bahkan dalam dampak yang sederhana, ketika ujian, seorang anak yang sekolahnya belum atau tidak terakreditas maka perlu menumpang ke sekolah lain yang telah terakreditasi. Kondisi inilah yang tentu bagi orang tua yang mengerti tentang dunia pendidikan, besar kemungkinan akan menanyakan kepada pihak lembaga pendidikan itu apakah sudah diakreditasi belum? berapa nilainya?. Jadi kalau dikembalikan pertanyaannya adalah pentingkah sistem akreditasi sekolah bagi orang tua, terutama bagi orang tua siswa?, tentu sekali lagi penulis sangat meyakini bahwa jawabannya adalah sangat penting bahkan sangat penting.(*)

Related posts

Seorang Mahasiswi Tenggelam di Air Terjun Jereweh

ArkiFM Friendly Radio

Realisasi Investasi di NTB Lampaui Target BKPM RI

ArkiFM Friendly Radio

HMI Cabang Dompu Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah.

ArkiFM Friendly Radio
error: Content is protected !!