NEWS

Desa Seminar Salit ‘Hapus’ Ratusan Warga Miskin Ekstrim

keterangan : suasana Musdesus di desa Seminar Salit, Selasa 28 Mei 2024 tadi pagi


Brang Ene. Radio Arki – Desa Seminar Salit, Kecamatan Brang Rea, Selasa 28 Mei 2024 tadi menggelar musyawarah desa khusus (Musdesus) untuk verifikasi dan validasi data Warga miskin ekstrim yang masuk dalam dalam Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE). Dalam pertemuan itu, setelah dilakukan verifikasi dan validasi tentang data miskin ekstrim, warga sepakat menghapus ratusan warga miskin ekstrim sehingga berjumlah 34 kepala keluarga.


“Ada 281 keluarga miskin ekstrim dalam data P3KE di sini, untuk itu perlu diverifikasi dan divalidasi,” papar Ketua BPD setempat, Abdul Gafur dalam musyawarah tersebut.


Dalam kesempatan sambutannya, kepala desa setempat, Khairuddin mengatakan langkah Musdesus ini merupakan bagian untuk mendapatkan akurasi data tentang kemiskinan ekstrim, untuk itu dalam proses verifikasi dan validasi ini semua pihak harus serius dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
“Informasi yang sejujurnya sangat penting, untuk itu partisipasi semua kita sangat penting,” harapnya


Sementara itu Camat Brang Rea, Arkamuddin. S.Pi mengingatkan, hasil dari Musdessus ini harus segera dilaporkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda). Karena hasil verifikasi dan validasi data ini sangat penting untuk penyusunan kebijakan dan program di tingkat daerah.


“hasilnya nanti harus segera disampaikan, hasilnya nanti juga dapat menjadi gambaran sesungguhnya tentang kemiskinan ekstrim di sini (seminar Salit),” ujarnya.


Dalam pantauan wartawan media ini, kegiatan itu diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat, diantaranya BPD, ketua RT, Agen PDPGR, dan Tenaga Pendamping Profesional. Proses verifikasi dan validasi dilakukan secara seksama dengan menampilkan data secara detail warga miskin ekstrim yang ada dalam P3KE. Setelah melakukan proses musyawarah tersebut disimpulkan bahwa, dari 281 warga miskin ekstrim dalam P3KE untuk desa Seminar Salit ternyata tersisa hanya 34 keluarga miskin ekstrim. (Adv/Iwenk. Radio Arki)

Related posts

Pemda KSB Raih Predikat Kepatuhan Tinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

ArkiFM Friendly Radio

Diprivatisasi ?, Warga Tidak Bisa Maksimal Memanfaatkan Pulau Paserang

ArkiFM Friendly Radio

Ini Filosofi Logo Harlah KSB Ke-18

ArkiFM Friendly Radio