Manajemen PT Trakindo Akhirnya ‘Menyerah’

0

 

Sumbawa Barat.Radio Arki- Setelah diancam untuk tidak beroperasi lagi di Tanah Pariri Lema Bariri (Sumbawa Barat.red) dan beragai manuver lainnya oleh pemerintah daerah setempat. Manajemen PT Trakindo akhirnya mengikuti permintaan pemerintah daerah setempat untuk tidak melakukan PHK dan transfer kepada karyawan local setempat.

Keputusan itu disepakati dalam pertemuan yang digelar oleh beberapa pemangku kepentingan, baik itu pihak manajemen PT Trakindo dan Wakil Bupati Sumbawa Barat serta dinas tenaga kerja setempat, Selasa malam (1/11) tadi, di Taliwang,

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat menerangkan, pihak manajemen Trakindo telah menerima semua usulan, khususnya tentang perlakukan terhadap karyawan local yang sebelumnya digantung statusnya oleh pihak subkontraktor PT NNT tersebut “Alhamdulillah mereka mau mendengarkan dan mau merespon positif harapan kita. Kedepan saya harapkan untuk PT Trakindo prolokal dan lebih bijak menghadapi persoalan,” ujar wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, Rabu 2/11 pagi tadi, kepada www.arkifm.com.

Menurut Fud, sikap perusahaan yang beroperasi di Sumbawa Barat harusnya bisa menghormati kearifan local. Sehingga tidak terjadi gesekan yang akan mungkin menyebabkan konflik komunal.

Perusahaan harus belajar, kata fud, bagaimana dalam sejumlah kasus konflik komunal di Sumbawa Barat, sering sekali terjadi karena perlakukan perusahaan yang dianggap merugikan masyarakat setempat, apalagi perusahaan di Batu Hijau. Jadi pihak perusahaan harusnya bisa lebih proaktif dengan pemerintah daerah dan warga setempat.

Lebih lanjut, ia berharap kepada Perusahaan dan Pekerja, agar selalu semangat bekerja, disiplin sehingga mampu mengembangkan kemampuan dan etos kerja kepada dunia luar atau investasi, bahwa masyarakat atau sumber daya local di Sumbawa Barat bisa diandalkan dan dapat bekerja dengan Ikhlas Jujur dan Sungguh-sungguh.

“alahamdulillah mereka akan kembali bekerja tanggal 10 November 2016 mendatang. Jadi selamat kembali bekerja untuk semuanya kami sampaikan terima kasih,” timpalnya

Seperti diketahui, manajemen PT Trakindo telah melakukan perumahan kepada 22 karyawan tanpa alasan yang jelas. Sikap itu mengundang reaksi karyawan dan pemerintah daerah setempat. Menyikapi persoalan tersebut, pemerintah daerah Sumbawa Barat sempat mendatangi manajemen PT Trakindo di Jakarta, dan memberikan peringatan kepada manajemen untuk segera mempekerjakan kembali karyawan local dan tidak melakukan Transfer, sayangnya pihak manajemen PT Trakindo bergeming.

Atas sikap manajemen PT Trakindo yang cenderung pasif, Pemerintah Daerah Sumbawa Barat akhirnya memberikan peringatan keras kepada pihak PT Trakindo agar tidak lagi beroperasi di Sumbawa Barat. dan mengancam akan melakukan sweeping terhadap karyawan luar Sumbawa Barat yang bekerja di Batu Hijau.  (US-ArkiRadio)

Leave A Reply